Gubernur Jateng: Soal Flu Burung, Pemkab Jangan Asal Ambil Keputusan

Gubernur Jateng: Soal Flu Burung, Pemkab Jangan Asal Ambil Keputusan

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 14:14 WIB
Solo - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Mardiyanto menyayangkan kebijakan yang diambil oleh sejumlah pemerintah daerah dalam menangani wabah flu burung. Dia akan memanggil para bupati dan walikota di daerahnya untuk diberi arahan agar tidak mengambil keputusan yang ekstrem dan berpotensi menimbulkan masalah baru. "Ini persoalan bencana. Tidak ada yang berharap kejadiannya. Penanganan wabah flu burung ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara seperti itu. Kalau pemerintah daerah melakukan seperti itu lalu ternak-ternaknya mau dikemanakan. Kita tidak bisa semau-maunya dengan larang-melarang, demikian juga lalu petaninya menolak dan mempersoalkan kompensasidan sebagainya."Demikian kata Mardiyanto kepada wartawan usai melantik Joko Widodo dan Hadi Rudyatmo selaku walikota dan wakil walikota Solo periode 2005-2009 di Pendopo Balaikota Solo, Jalan Sudirman, Solo, Kamis (28/7/2005). Menurut dia, pihaknya akan mengumpulkan seluruh bupati dan walikota di Jawa Tengah untuk diberi arahan mengenai penanganan masalah wabah flu burung.Sejumlah daerah di Jateng mengambil kebijakan masing-masing dalam mengantisipasi penyebaran flu burung. Pemkab Sragen melarang peternakan babi dan peternak diperintahkan membawa ternak babinya keluar dari Sragen. Pemkab Boyolali melakukan isolasi unggas dan Pemkab Karanganyar melakukan pengetatan lulu-lintas ternak. Peraturan-peraturan itu mendapatreaksi dari peternak."Jangan membuat kebijakan terlalu ekstrem seperti itu. Persoalan flu burung adalah wabah yang sulit diprediksi. Tahun 2004 kita sudah melakukan vaksinasi besar-besaran, tetapi ternyata sekarang juga muncul lagi dan justru lebih meneggemparkan. Beberapa saat lalu Banyumas itu masih aman, tetapi dalam waktu singkat sudah positif ada flu burung. Demikian juga Boyolali," papar Mardiyanto."Sebaiknya langkah yang dilakukan adalah segera melakukan penanganan bencananya. Para petani dan juga pihak Pemkab dan Pemkot juga kami minta selalu berkoordinasi dengan Dinas terkait di Provinsi karena kami akan mem-back up sepenuhnya. Sedangkan untuk masalah-masalah konsenptual nanti akan kami koordinasikan," lanjut Gubernur. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini