Flu Burung, 3.000 Pegawai TPH Terancam Di-PHK

Flu Burung, 3.000 Pegawai TPH Terancam Di-PHK

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 14:07 WIB
Jakarta - Gara-gara virus flu burung, omzet penjualan unggas dan babi di DKI Jakarta merosot tajam. Alhasil, sekitar 3.000 pegawai tempat pemotongan hewan (TPH) pun dirumahkan dan terancam PHK.Direktur Usaha TPH Perusahaan Daerah (PD) Dharma Jaya Agus Indrajaya menjelaskan, konsumsi daging babi menurun hingga 60 persen. Sedangkan konsumsi ayam mengalami penurunan sebanyak 70 persen."Dampaknya, 3.000 pegawai akan diistirahatkan dalam minggu-minggu ini," kata Agus Indrajaya dalam jumpa pers di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2005).Namun demikian, Agus tidak menbeberkan lokasi pemotongan hewan yang pegawainya terancam dipecat itu. Dia hanya mencontohkan, di Jakarta Timur, ada 600 pangkalan pedagang besar. Satu pangkalan bisa mempekerjakan 12-20 pegawai.Di wilayah itu, ada 1.200 tempat pemotongan hewan. Satu lokasi dapat mempekerjakan 3-4 orang. Totalnya di DKI Jakarta ada 3.000 pegawai.Kendati unggas di DKI Jakarta dinyatakan aman terhadap flu burung, namun menurut Agus, omzet yang masuk kantong juga menurun. Dalam keadaan normal, kebutuhan pasokan ayam di DKI Jakarta mencapai 500-600 ribu ekor per hari, tapi sekarang hanya 200 ribu ekor (40 persen).Sedangkan kebutuhan babi, normalnya dipasok 36 ton per hari. Kini tinggal 12 ton per hari atau permintaan menurun hingga 50 persen."Kalau daging babi impor dijamin bebas flu burung karena sudah melalui karantina internasional di Tanjung Priok," ujarnya.Kepala Suku Dinas Kajian Kesehatan Masyarakat Veteriner DKI Jakarta Hery Indyanto menambahkan, pihaknya masih melakukan vaksinasi terhadap unggas dan daging babi di lima wilayah DKI Jakarta. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads