11 Terduga Teroris Ditangkap Terkait Teror Bom di Polres Indramayu

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 16 Jul 2018 10:45 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikFoto)
Jakarta - Sebanyak 11 terduga teroris ditangkap terkait aksi pelemparan bom panci ke halaman Polres Indramayu, Jawa Barat. Polisi menangkap 9 terduga teroris setelah berhasil mengamankan sepasang suami-istri yang menjadi eksekutor penyerangan.

"Di Indramayu itu sudah ditangkap lagi ada 9 (terduga teroris), lanjutan dari dua orang yang mau menyerang polres," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).


Tito mengatakan total tersangka kasus terorisme yang ditangkap sejak tragedi bom di Surabaya hingga saat ini berjumlah lebih dari 200 orang. Berdasarkan data Polri, sebanyak 194 terduga teroris telah ditangkap pascabom Surabaya serta sebelum peristiwa di Kaliurang, Yogyakarta, dan Polres Indramayu, Jawa Barat.

"Sebanyak 194 yang ditangkap sebelum peristiwa Yogya dan Indramayu, 17 di antaranya meninggal dunia. Tujuh belas ditambah tiga yang tewas di Yogya, jadi 20 yang meninggal dunia. Dan (saat ini) total sudah ada 200 (terduga teroris ditangkap) sejak bom Surabaya," ujar Tito.

Tito menegaskan Polri tak akan berhenti menangkap anggota jaringan terorisme untuk menunjukkan negara lebih kuat daripada kelompok teroris.


"Kami tidak akan berhenti, kecuali seandainya mereka mau berdialog, tapi kalau kami yang mau mengajak dialog, sebentar dulu. Meskipun itu upaya-upaya yang kami lakukan secara silent, tapi kami ingin menunjukkan negara lebih kuat daripada teroris. Saya memohon dukungan kepada seluruh pihak masyarakat, pemerintah sama-sama untuk menangani ini," ucap Tito.

Pasutri GL dan NH menyerang Polres Indramayu pada Minggu (15/7) dini hari sekitar pukul 02.35 WIB. Mereka datang menerobos menggunakan sepeda motor matik dan melemparkan bom panci. (aud/hri)