DetikNews
Minggu 15 Juli 2018, 08:16 WIB

KPAI Akan Panggil Tokoh Agama yang Nikahkan Bocah di Kalsel

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPAI Akan Panggil Tokoh Agama yang Nikahkan Bocah di Kalsel Ilustrasi perkawinan/ Foto: detik
Jakarta - Sepasang bocah berusia 14 dan 15 tahun di Kalimantan Selatan disebut telah menikah siri sehingga viral di media sosial. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memanggil tokoh agama yang menikahkan pasangan itu.

"Kalau nikah siri akan dilanjutkan pada pemanggilan tokoh agama yang menikahkan, Senin kami infokan ya," kata Komisioner KPAI Ai Maryati kepada detikcom, Minggu (15/7/2018).

KPAI menganggap pernikahan anak itu melanggar Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Perlindungan Anak. AI menambahkan KPAI akan melakukan investigasi langsung terkait keterlibatan pihak dari Kantor Urusan Agama setempat terlibat dalam kasus ini. Menurut Ai akan memanggil juga pihak KUA bila terlibat dalam pengesahan pernikahan ini.

"KPAI melakukan investigasi terkait perkawinan tersebut, sebab tidak lazim KUA mengawinkan anak-anak pada usia yang sangat kanak-kanak," kata dia.

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal 7 ayat (1) dijelaskan, perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun. Namun, di pasal ini ada dispensasi yang dapat dimintakan ke pengadilan atau penjabat lain oleh pihak orang tua, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2).

"Kita harus cek apakah ada dispensasi atau tidak dari pengadilan terkait ini. Kalau ternyata ada KPAI tak segan-segan akan memanggil paniteranya. Jika tidak ada dispensasi dan tetap dikawinkan maka KUA sudah melawan hukum," jelas Ai.

Ai menyebut kedua orang tua pasangan itulah yang mestinya bertanggung jawab. Sebab, kewajiban orang tua dalam UU Pelindungan Anal selain memenuhi hak dasar dan mengasuh juga mencegah terjadinya perkawinan anak.

"Makanya kita dalami. Frame daripada zina mending kawin muda menandakan agama dijadikan alat pembenaranan pada lemahnya pemahaman perkawinan di masyarakat. Ironisnya yang paling termakan persepsi itu orang tua yg punya 'kekhawatiran' luar biasa jika anaknya terlalu dekat dengan pasangan," terang Ai.

Sebelumnya diketahui, viral pernikahan sepasang bocah mempelai pria berusia 14 tahun dan mempelai wanita berusia 15 tahun di Kalimantan Selatan. Pernikahan dilakukan di kediaman nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin pada Kamis, 12 Juli 2018 sekira jam 20.30 Wita.

Pasangan ABG itu ternyata menikah secara siri. "Itu pernikahan siri," kata Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Muhammad Rifai saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/7).
(ibh/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed