"Kita berdua tidak pernah menggunakan selain dari isu yang mempersatukan dan lapangan kerja maupun juga biaya hidup. Itu isu kita yang sangat dominan dan terakhir pendidikan yang tuntas dan berkualitas. Itu yang kita jadikan fokus kemarin dan setelah terpilih juga menjadi fokus kita," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).
Sandiaga mengatakan, ia dan Anies selalu memanfaatkan isu minimnya lapangan pekerjaan di Jakarta. Hal itu lah yang menurutnya membuat masyarakat untuk melabuhkan pilihannya ke Anies-Sandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tonton juga video: 'Terungkap! Kemenangan Anies di DKI Manfaatkan Rizieq dan 212'
Sandiaga juga menegaskan, saat kampanye pada 2017 lalu, ia juga tak pernah mengusung isu-isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Isu yang diusungnya hanyalah isu persatuan.
"Kita ngomong mengenai kasus yang lain, kita kembalikan kepada persatuan. Karena saya sama Pak Gubernur Pak Anies sampai sekarang juga terbukti bahwa kita selalu mengusung isu-isu yang non SARA, non memecah belah. Kita selalu mengusung isu-isu yang mempersatukan, isu-isu yang justru ada di hati masyarakat yaitu bagaimana mencari pekerjaan gampang," katanya.
Sebelumnya, Mardani Ali Sera mengungkapkan salah satu strategi partai koalisi untuk memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017. Ia mengatakan salah satu strateginya adalah memanfaatkan momen aksi 212 dan sosok Habib Rizieq Syihab.
Pernyataan Mardani itu muncul ketika ia ditanya mengenai perdebatan Pilpres 2019 terkait istilah 'cebong dan kampret'. Lalu, eks Ketua Pemenangan Anies-Sandi itu mengungkap strateginya dalam pemenangan Gerindra-PKS-PAN di Pilgub DKI.
"Memang di saat yang sama coincidence (kebetulan) ada 212 dan lainnya. Dan dua yang kami manfaatkan dari isu ini, yang pertama kami meminta Mas Anies dan Sandi ambil foto baru. Awalnya foto Anies-Sandi nggak pakai peci, sekarang saya wajibkan ganti, pakai peci. Akhirnya di tiga pasang itu yang pakai peci cuma Anies-Sandi karena kami melihat ada suara baru," ungkap dia.












































