DetikNews
Sabtu 14 Juli 2018, 14:18 WIB

Sandi Singgung Uji Materi Masa Jabatan Presiden di Kongres IKAPTK

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sandi Singgung Uji Materi Masa Jabatan Presiden di Kongres IKAPTK Foto: Marlina Oktavia Erwanti/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membuka Kongres Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi DKI Jakarta. Sandi sempat menyinggung uji materi aturan masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Awalnya, Sandiaga mempertanyakan terkait pemilihan pengurus organisasi di IKAPTK. Ketua IKAPTK menjawab masa jabatan ketua tak dibatasi.


"Pemilihan ke depan akan dilakukan dalam kongres ini. Boleh berapa kali maju, Pak? Bebas," ujar Sandiaga di Ruang MH Thamrin, kompleks Wali Kota Jakarta Barat, Jakarta Barat, Sabtu (14/7/2018).

Sandiaga kemudian mengatakan aturan tersebut tak seperti aturan dalam perundang-undangan Indonesia terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden. Dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya dibatasi selama dua kali.

"Tidak kayak pemerintah, hanya dua kali, ya. Pilpres hanya dua kali, di sini nggak ya, Pak," kata Sandiaga.

Petahana IKAPTK pun disebutnya tak perlu mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu seperti yang dilakukan sejumlah pihak yang melayangkan gugatan aturan masa jabatan presiden dan wapres karena ingin kembali mengusung Jusuf Kalla menjadi wapres.


"Nggak perlu mengajukan ke MK. Tidak seperti pilpres yang sekarang, harus mengajukan ke MK. Sampai dua kali diajukan," ujarnya.

Sandi pun kemudian melanjutkan harapannya kepada IKAPTK. Ia berharap pengurus IKAPTK dapat melanjutkan strategi pembinaan yang baik. Selain itu, IKAPTK diharapkan dapat menggunakan energi positif dari the power of silaturahmi.

"Dapat menggunakan energi positif dari the power of silaturahmi," pungkasnya.
(mae/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed