"Sektor perizinan dan pelayanan publik menjadi prioritas kita untuk menarik investasi," kata Yasonna saat meresmikan Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi di Muaro Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Bupati Bungo, Mashuri memaparkan potensi kemigrasian yang belum digarap di wilayahnya. Dirinya menjelaskan, sebelumnya masyarakat Kabupaten Bungo harus ke Kantor Imigrasi Jambi dengan menempuh jalan darat selama 6 jam untuk mengurus paspor.
Dengan alasan itulah dirinya mengajukan pembangunan Kantor Imigrasi di wilayah Bungo. Selain itu, menurutnya potensi kemigrasian juga perlu digarap karena banyak perusahaan di Bungo yang mempekerjakan orang asing.
Selain alasan-alasan tersebut, wilayah strategis Bungo yang berada di antara jalur lintas Sumatera dan dikelilingi 5 (lima) kabupaten, serta berbatasan dengan Sumatera Barat dan Sumatera Selatan juga menjadi alasan pendirian kantor imigrasi.
"Warga Bungo, Tebo, Merangin, dan wilayah tetangga, sekarang bisa mengurus paspor di UKK Imigrasi Muaro Bungo," kata Mashuri.
Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie dan Mashuri telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama pendirian Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi Muaro Bungo pada 19 Oktober 2017.
Selanjutnya, pada 21 Mei 2018 dilakukan pelayanan perdana permohonan paspor. Hingga saat ini sudah diterbitkan sebanyak 352 paspor di UKK Imigrasi Muaro Bungo.
UKK Imigrasi Muaro Bungo berada di bawah wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Jambi. Berdiri di atas bangunan seluas 2.500 meter persegi yang merupakan lahan milik Pemkab Bungo. Peresmian UKK ini turut dihadiri oleh Dirjen Imigrasi, Bupati Merangin, Wabup Tebo, dan Sesditjen Imigrasi. (mul/ega)










































