DetikNews
Jumat 13 Juli 2018, 17:56 WIB

Lembaga Ini Bantu Salurkan Zakat untuk Ciptakan Penghapal Alquran

robi setiawan - detikNews
Lembaga Ini Bantu Salurkan Zakat untuk Ciptakan Penghapal Alquran Foto: Daarul Qur'an
Jakarta - Lembaga sosial Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) Daarul Qur'an, telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas). Pendiri Daarul Qur'an, Yusuf Mansur mengatakan bahwa menjadi Laznas berarti juga membantu menyadarkan pengusaha terhadap kewajiban zakatnya

"Ini adalah amanah yang ada tanggung jawab, bagaimana kemudian kita juga membantu para pengusaha agar kemudian bertambah sadarnya akan zakat, bertambah sadarnya akan perintah Allah Subhanahuwataala," kata Yusuf di Launching Laznas yang digelar di Kantor Pusat PPPA Daarul Qur'an, Tangerang, Jumat (13/7/2018).

Dalam kesempatan ini, Yusuf juga mengatakan lembaga yang didirikan tersebut mempunyai tanggung jawab lebih membawa citra Islam.

"Udah itu (PPPA Daarul Qur'an) lembaga zakat yang representatif bagi umat Islam, dia pun bukan lembaga zakat biasa, lembaga zakat yang nyawanya adalah Quran," jelas Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, donatur, dan seluruh pihak atas dukungannya mengentaskan kemiskinan di berbagai bidang. Dirinya juga berharap Daarul Quran dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

"Semoga Daarul Qur'an bisa menjaga kepercayaan yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag), serta mampu menunjukkan bahwa kami layak dipercaya," kata Yusuf.

Sampai saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mulai bekerja sama dengan PPPA Daarul Qur'an dalam bentuk pembayaran zakat karyawan.

Beberapa perusahaan yang sudah sepakat menjalin kerja sama, di antaranya adalah Waroeng Group, PT Artha Mas Graha Andalan, PT Mulia Agung Chemindo, PayTren, dan beberapa perusahaan lainnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Anwar Sani mengatakan kepercayaan yang diberikan Kemenag menjadi semangat baru untuk bisa mengelola dana zakat dan sedekah.

"Insyaallah dengan izin ini kita dapat menciptakan lebih banyak lagi penghafal Alquran dari segala pelosok Indonesia," kata Anwar.

Anwar menambahkan bahwa dana zakat dan sedekah potensinya masih besar, begitu juga dalam penyalurannya. Dirinya mengatakan dana zakat dan sedekah itu akan disalurkan untuk program menghafal Alquran.

"Sekarang ada pilihan untuk berzakat di PPPA Daarul Qur'an. Insya Allah dana zakat akan disalurkan untuk program utama, yaitu beasiswa tahfiz Quran dan pengentasan kemiskinan," jelas Anwar.



Di lain pihak, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar menjelaskan bahwa PPPA Daarul Qur'an telah resmi menjadi Laznas, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 367 tahun 2018.

"Ini merupakan bagian dari sajadah panjang yang ditetapkan dari para pendiri Daarul Qur'an, khususnya Ustaz Yusuf Mansur dan kawan-kawan melayani umat dalam menegakkan syiar-syiar Islam di bumi Nusantara ini,"

"Semoga dengan turunnya izin sebagai LAZ ini bisa semakin membantu menyerap dana zakat di Indonesia sekaligus menebar manfaat lebih luas lagi di masyarakat," tambahnya.



Fuad juga menerangkan bahwa zakat merupakan sedekah wajib umat muslim. Melalui zakat dirinya berharap kaum dhuafa dan yang membutuhkan bisa tertolong dan terbantu, karena menurutnya Islam hadir di muka bumi untuk misi pembebasan, penyelamatan, pencerahan, dan persaudaraan manusia.

"Bukankah agama kita mengajarkan, siapa yang memudahkan akan dimudahkan, siapa yang rajin menolong akan ditolong Allah," pungkas Fuad.
(mul/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed