DetikNews
Jumat 13 Juli 2018, 18:12 WIB

Bertemu JK, Khofifah Bahas Kemiskinan di Jawa Timur

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Bertemu JK, Khofifah Bahas Kemiskinan di Jawa Timur Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa. (Noval/detikcom)
Jakarta - Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres. Khofifah membahas pengentasan masyarakat dari kemiskinan di Jawa Timur hingga masalah industrialisasi garam di Pulau Madura.

"Kami mendiskusikan soal terutama dari berbagai survei itu masyarakat berharap bahwa pemimpin Jawa Timur bisa lebih cepat menuntaskan kemiskinan. Hal itu kita bahas. Kebetulan ada Bambang, Ketua Eksekutif BNP2K," kata Khofifah setelah menemui JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).


Data yang diterima Khofifah, ada 10 kabupaten di Jawa Timur dengan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan. Untuk itu, Khofifah meminta JK melalui pemerintah pusat memfokuskan pemberantasan kemiskinan di wilayah tersebut.

"Kami mohon dibantu zooming, zooming per RT/RW, apa yang menjadikan kemiskinan di daerah-daerah ini, ada yang tambah parah, ada yang tambah dalam, tapi ada yang agak sulit untuk bergerak menurunkan. Jadi kita mendiskusikan agak lama, dengan Pak JK. Tapi ada Setwapres, ada juga Pak Bambang," ujarnya.

"Sepuluh itu hampir semua Madura, terus ada Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo, nomor 10-nya Lamongan. Kami juga mendiskusikan ini sih dengan teman-teman di daerah. Kan bukan kabupatennya, tapi titik-titik tertentu yang ternyata itu contribute terhadap kemiskinan di daerah-daerah," lanjut Khofifah.

Khofifah juga meminta Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto untuk melakukan fokus pemberantasan kemiskinan di 10 kabupaten tersebut.

"Supaya Pak Bambang TNP2K, supaya diizinkan untuk dilakukan zooming. Saya bilang ini bukan survei. Yang kita lakukan kalau ingin di-zoom, potretnya kan lebih besar, bahkan basis RT/RW," ucapnya.


Selain pemberantasan kemiskinan, JK juga membahas peningkatan perekonomian di Pulau Madura, salah satunya dengan memaksimalkan fungsi Jembatan Suramadu. Industrialisasi di Madura juga menjadi pembahasan Khofifah dengan JK.

"Di sana ada di Pasean itu ada perkebunan tebu yang cukup luas. Jadi sebenarnya sudah dimungkinkan membuka pabrik gula di sana. Supaya tebu dari Pasean itu tidak harus dibawa ke Krian, itu jauh. Kemudian garam, industrialisasi garam ini kan sebetulnya Madura kan dulu dikenal sebagai pulau garam," ungkapnya.

Kunjungan Khofifah ke JK sebenarnya sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU. Selain halalbihalal beberapa pengurus Muslimat dengan JK, Khofifah juga melaporkan penyaluran zakat yang disalurkan melalui Muslimat NU.

"Pertama, kami halalbihalal sama Pak Wapres. Kemarin belum sempat sowan, tapi ini tradisi tahunan kami. Karena selalu keluarga besar Pak JK itu menyampaikan zakat mal melalui Muslimat. Jadi kami selalu membuat laporan tertulis dari zakat mal didistribusikan Muslimat," tuturnya.

Khofifah juga melaporkan kepada JK terkait banyaknya pengurus Muslimat NU yang sukses pada Pilkada Serentak 2018.

"Ada Bupati Tegal, itu Ketua Muslimat, Bupati Bojonegoro itu Wakil Sekretaris PP Muslimat. Bupati Jombang ketua Muslimat. Wali Kota Mojekerto itu bendahara Muslimat. Wakil Wali Kota Kediri itu ketua Muslimat. Jadi alhamdulillah kami berproses kemarin termasuk di dalamnya terpilih Gubernur Jawa Timur," sebutnya.
(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed