Deptan Imbau Peternak Tak Resahkan Flu Burung

Deptan Imbau Peternak Tak Resahkan Flu Burung

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2005 18:21 WIB
Jakarta - Bagaimana tidak resah kalau banyak ternak yang mati akibat flu burung. Belum lagi, maraknya kebijakan yang memperketat arus keluar masuk ternak terutama unggas. Meski demikian, Departemen Pertanian mengimbau peternak tidak ikut-ikutan resah menghadapi virus flu burung."Kami akan memberikan edukasi mengenai virus flu burung termasuk kemungkinan hewan yang akan tertular serta penanganannya," jelas Kepala Bidang Pemberitaan Deptan, Dudi Gunadi, kepada detikcom di kantornya, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2005).Sebelumnya, sejumlah peternak di Legok dan Panongan, Tangerang, resah akibat adanya pelarangan hasil ternak keluar dari wilayahnya. Kebijakan dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang guna menghindari meluasnya wabah flu burung.Belum lagi, keluhan juga datang dari penjual ayam potong dan pengguna hasil ternak seperti pedagang sate ayam dan warung makan. Mereka rata-rata mengaku pendapatannya menurun akibat maraknya pemberitaan kasus flu burung.Ia juga membantah pemusnahan terhadap sejumlah hewan ternak di Tangerang, 3 hari lalu adalah bentuk kepanikan. "Apa yang dilakukan itu berdasarkan ilmiah dan bisa dipertanggungkjawabkan. Ini strategi biosecurity yang terkait virus flu burung," tegas Dudi.Dudi menjelaskan, dana kompensasi untuk ternak yang dimusnahakan sudah dibayar. Untuk 32 ekor babi dihargai Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan untuk 192 ekor entok dan itik dibayar Rp 20 ribu per ekor.Deptan berharap masyarakat tidak panik dalam menghadapi kasus flu burung.Sebab, virus avian influenza itu mudah mati bila terkena sinar matahari dan menular hanya lewat udara, tidak melalui konsumsi makanan. "Virus itu dikategorikan low patogenic yang hanya menimbulkan kesakitan dan tidak sampai menimbulkan kematian serta tidak berbahaya bagi manusia," tandasnya.Sekadar diketahui, kasus flu burung ini mencuat setelah auditor BPK, Iwan Siswara Rapei, beserta 2 putrinya tewas dalam waktu yang berdekatan. Depkes melansir Iwan dan 2 putrinya positif mengidap virus flu burung. Namun belum diketahui dari mana virus tersebut berasal. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads