Janin Pemecah Rekor Dunia Itu Diberi Nama 'Musibah'

Janin Pemecah Rekor Dunia Itu Diberi Nama 'Musibah'

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2005 17:31 WIB
Surabaya - Janin yang dikandung Taminah, seorang ibu dari Bojonegoro, Jawa Timur, memecahkan rekor dunia sebagai janin terlama yang ada di dalam perut ibunya. Orangtuanya memberi nama janin itu 'Ahmad Musibah'. Suami Taminah, Taslim (60) memberikan nama itu pada pukul 12.00 WIB, Rabu (27/7/2005). Awalnya, Taslim hanya memberi nama anak keempatnya itu (bukan anak ketiga-Red), 'Musibah'. Namun, sejumlah wartawan memberi saran agar di depan 'Musibah' ditambah dengan Ahmad. Taslim yang sangat sulit berbahasa Indonesia itu pun menyetujuinya. Taslim, yang saat diwawancarai selalu menggunakan bahasa Jawa itu, menganggap apa yang terjadi pada anak keempatnya itu sebagai musibah. "Bagaimana pun ini musibah bagi kami," kata dia saat ditemui wartawan di RS dr Soetomo, Surabaya, Rabu (27/7/2005). Rencananya, dirinya akan memakamkan janin tersebut sesuai pemakaman seperti bayi yang lahir nomal. "Kami akan tetap memakamkannya seperti orang biasa, meski kondisinya begini," jelas Taslim yang terus menunggui isterinya itu. Selama Mengandung Janin, Taminah Tetap Haid Taslim juga menceritakan, selama 27 tahun mengandung janin anak keempatnya, istrinya tidak mengalami kelainan apa-apa. Sebelum menopause tujuh tahun lalu, istrinya tetap menstruasi (haid) seperti wanita normal lainnya, meski saat itu mengandung janin yang sudah tidak bernyawa. Yang dirasakan istrinya, kata Taslim, hanyalah rasa nyeri di bagian perut yang kadang kambuh, kadang hilang. "Selain itu, istri saya tidak mengalami kelainan apa pun," ungkap dia. Saat ditanya tentang biaya operasi dan perawatan istrinya, Taslim mengaku belum memikirkannya. "Yang penting, istri selamat dan sehat. Kita belum memikirkan itu," ujar pria yang berprofesi sebagai petani itu. Taminah membiarkan janinnya di dalam perutnya selama 27 tahun. Dia sudah mengetahui bahwa janinnya telah meninggal sejak akhir 1978 lalu. Namun, karena tidak punya biaya, Taminah tidak bisa menjalani operasi untuk mengeluarkan janinnya itu. Lambat laun, kandungannya mengempis sendiri. Dia merasa janin yang ada di dalam perutnya sudah beres. Namun, dia mengalami rasa nyeri di bagian perut selama bertahun-tahun. Juni 2005 lalu, dia mengalami rasa sakit yang hebat di bagian perutnya. Setelah dilarikan ke RS Bojonegoro, dia kemudian dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Tim medis akhirnya mengetahui bahwa yang membuat sakit Taminah, karena ada janin yang sudah membatu di perutnya. Akhirnya, tim medis mengeluarkan janin itu pada Selasa, 26 Juli 2005. Janin dengan berat 1,6 kg itu sudah membatu. (asy/)


Berita Terkait