Menhan Ajak Semua Departemen Buka Lapangan Pekerjaan bagi GAM
Rabu, 27 Jul 2005 17:17 WIB
Jakarta -
Penandatanganan perdamaian RI-GAM tinggal menghitung hari. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono berharap seluruh departemen secara terpadu membuat program-program ekonomi di Aceh, agar tersedia lapangan-lapangan pekerjaan bagi para mantan anggota GAM."Sehingga mereka bisa masuk ke lapangan pekerjaan, diakui hak politiknya, dan turut membangun kembali Aceh. Sehingga GAM diganti menjadi Gerakan Aceh Membangun," kata Menhan usai acara Business Forum Luncheon di Mercantile Club, Wisma BCA, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2005).Pemerintah, jelas Menhan, mengharapkan adanya kesepakatan-kesepakatan untuk dirumuskan dan dipatuhi oleh GAM di lapangan. Karena perdamaian merupakan kesempatan baik untuk menyelesaikan masalah Aceh dengan pendekatan non militer."Namun hal itu sangat tergantung kepada GAM di Aceh sendiri. Setelah kesepakatan ditandatangani, semoga bisa dipatuhi dan dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar Menhan.Ketika disinggung banyaknya kelompok-kelompok dalam GAM yang berbuat kriminal, Menhan menduga orang-orang tersebut hanya menggunakan GAM sebagai payung untuk menutupi kegiatan ilegal."Ini sangat sulit diatasi. Tapi saya berharap agar kelompok yang dikatakan kriminal dalam sayap GAM ini tidak melanggar kesepakatan yang ada nantinya," katanya.Sedangkan mengenai wacana pembentukan parpol lokal di Aceh, Menhan mengatakan, pihaknya masih menunggu evaluasi dari Departemen Dalam Negeri. "Kita belum tahu. Ada beberapa perkiraan yang akan dirumuskan sebelum tanggal 15 Agustus," tukasnya.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
