Jaksa Agung Dinilai Pilih Kasih Menangani Kasus Korupsi

Jaksa Agung Dinilai Pilih Kasih Menangani Kasus Korupsi

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2005 17:17 WIB
Jakarta - Cara Kejaksaan Agung menangani kasus korupsi mendapat kritikan. Anggota Komisi III DPR Al Muzammil Yusuf menilai Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh belum mempunyai ketegasan dalam memberantas tindak pidana korupsi. "Saya melihat masih ada pilih kasih terhadap penanganan kasus korupsi," kata Al Muzammil Yusuf kepada wartawan di sela-sela acara diskusi yang diselenggarakan PKS di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2005).Anggota DPR dari FPKS ini mencontohkan, hingga saat ini kasus BLBI masih belum tersentuh oleh Jaksa Agung. "Padahal itu kasus besar. Jika kasus ini diungkap bisa membawa dampak yang positif. Apalagi jika sudah ada orang yang dihukum," ujar Al Muzammil.Mantan Wakil Presiden PKS ini juga menyayangkan penyelidikan kasus dana tantiem PLN. Sampai saat ini, Jaksa Agung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Padahal kasus tantiem itu sudah jelas siapa saja orang-orang yang terlibat dalam masalah itu. Tapi karena tidak memilik ketegasan, kasusnya jadi berlarut-larut," sesalnya. Selain itu, menurut Al Muzammil, penanganan yang dilakukan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh sampai saat ini belum berhasil memberikan efek jera terhadap para koruptor di Indonesia. Padahal efek jera penting untuk memberikan shock terapy buat koruptor yang lain. "Saat ini yang dimiliki Jaksa Agung hanya keteladanan dan kebersihan saja. Itu belum cukup. Kalau hanya bersih dan baik, lebih baik jaksa agung menjadi ustadz saja," katanya. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini