DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 16:30 WIB

Golkar-PKB Pamer Tiket VIP ke Pilpres 2019, Apa Tujuannya?

Yulida Medistiara, Ahmad Bil Wahid, Gibran Maulana - detikNews
Golkar-PKB Pamer Tiket VIP ke Pilpres 2019, Apa Tujuannya? Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Cak Imin. (Yulida M/detikcom)
Jakarta - PKB-Golkar mempertimbangkan untuk mengusung capres selain Joko Widodo bila tak bertemu kata sepakat terkait koalisi Pilpres 2019. Kedua partai ini juga sempat pamer memiliki tiket VIP.

Dalam pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), keduanya menyinggung tiket VIP Pilpres 2019. Tiket VIP yang dimaksud adalah gabungan kekuatan Golkar dengan PKB.

Berdasarkan UU Pemilu, partai atau gabungan partai baru bisa mengusung pasangan calon di Pilpres 2019 bila telah memenuhi ambang batas capres (presidential threshold). Syaratnya adalah 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional hasil Pemilu 2014. Bila Golkar-PKB bergabung, kedua partai sudah cukup mengusung pasangan calon karena kekuatannya cukup.


"Ya, tentu tadi dengan Pak Imin mengatakan yang punya karcis terusan adalah PKB dan Golkar," kata Airlangga di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Sementara itu, Cak Imin mengatakan, jika Golkar dan PKB bersatu, ada tiket VIP menuju pilpres. Sayangnya, Cak Imin tak menjelaskan tiket apa yang dimaksud.

"Golkar dan PKB bersatu, satu tiket menuju pilpres, tiket VIP," ujar Cak Imin melanjutkan pernyataan Airlangga.

Pada Pilpres 2019 ini, PKB mengejar kursi cawapres untuk Cak Imin. PKB belum mendeklarasikan secara resmi, tapi mereka menyatakan siap kembali mengusung Jokowi. Partai ini pun membuat skema JOIN (Jokowi-Cak Imin) dan hingga saat ini masih terus disosialisasikan.


Tonton juga 'Cak Imin: PKB dan Golkar Sepakat Bangun Koalisi Bersama Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

Bukan hanya PKB, Golkar juga menginginkan agar sang ketum menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Namun hingga saat ini, Airlangga selalu menyampaikan tetap akan mendukung Jokowi meski tak mendapat jatah cawapres.

Hari ini Cak Imin mengungkap soal adanya peluang Golkar-PKB mengusung calon lagi apabila kedua tokoh ini tak menjadi cawapres Jokowi. Dia mengatakan akan ada pertemuan lanjutan Golkar-PKB guna evaluasi.

"Nanti kumpul lagi bagaimana evaluasinya," sebut Cak Imin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Cak Imin menegaskan Golkar dan PKB akan saling mendukung. Dia lalu ditanya soal 'tiket VIP' Golkar-PKB. Cak Imin lalu menjawab kemungkinan tiket itu dipakai untuk maju Pilpres 2019 di luar poros Jokowi.

Golkar-PKB Pamer Tiket VIP ke Pilpres 2019, Apa Tujuannya?Pertemuan Golkar-PKB. (Yulida M/detikcom).

"Ya, politik serbamungkin. Nanti kalau wapresnya cocok bagi semua, solid," kata Cak Imin.

Wakil Ketua MPR ini pun menggarisbawahi soal komitmen Golkar dan PKB. Cak Imin mengklaim akan saling mendukung dengan Airlangga.

"Dengan Airlangga fokus pada dua hal. Pertama, PKB-Golkar sepakat membangun koalisi yang lebih produktif di pemerintahan. Kedua, sama-sama berkeinginan mendukung. Saya dukung Airlangga, Pak Airlangga dukung saya," ungkapnya.


Di sisi lain, Golkar juga diterpa isu akan menarik diri dari kubu Jokowi. Airlangga sudah membantah hal tersebut, namun kabar tersebut masih cukup marak terdengar. Airlangga memastikan tetap akan mendukung Jokowi meski tak dapat jatah cawapres.

"Jadi tentunya kita sesuai dengan komitmen awal. Kita sudah putuskan dalam tatanan organisasi baik melalui rapimnas maupun munas sehingga tentu kita menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden," tegas Airlangga, Rabu (11/7).

"Jadi pembicaraan terkait itu ada, tapi mengenai personnya (cawapres) siapa kami serahkan ke Pak Presiden," tambah Menteri Perindustrian itu.

Golkar-PKB Pamer Tiket VIP ke Pilpres 2019, Apa Tujuannya?

(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed