DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 14:40 WIB

Wawancara Ekslusif Jokowi

Melihat Cara Jokowi Seleksi Nama Cawapres

Erwin Dariyanto - detikNews
Melihat Cara Jokowi Seleksi Nama Cawapres Presiden Joko Widodo dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018). (Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Wawancara Khusus Jokowi
Jakarta - Dalam satu bulan ini setidaknya Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan dua hajatan besar berskala internasional, yakni: Asian Games di Jakarta dan Palembang serta pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Bali. Pada saat bersamaan, dia juga harus menyeleksi nama bakal calon wakil presiden yang akan dia gandeng pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Sejumlah pakar mengingatkan agar Jokowi cermat memilih pendamping karena akan mempengaruhi kemenangan. Toh, Jokowi mengaku tak kewalahan dengan sederet agenda tersebut. Bahkan dia masih bisa bermain dengan cucunya, Jan Ethes, pada hari libur.



"Biasa saja, saya bisa main dengan Ethes, masih bisa ke mana. (Seleksi cawapres) biasa saja. perhelatan semua asalkan disiapkan, asalkan direncanakan, diorganisasi pelaksanaannya, kan baik," kata Jokowi dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom di Istana Merdeka, Rabu (11/7/2018).

Apalagi, kata Jokowi, dia sudah lama mengamati nama-nama yang muncul di sejumlah lembaga survei dan potensial menjadi cawapres. Elektabilitas nama-nama tersebut selalu dipantau dan pada akhirnya ditindaklanjuti. "Yang cocok yang mana, yang sreg yang mana," kata Jokowi.



Jokowi mengaku sudah mengantongi lima nama capres. Namun kelima nama itu hingga kini masih dirahasiakan dan baru akan diumumkan ketika waktunya tepat. "Nanti ditunggu tanggalnya saja, yang sabar. Yang jelas nama sudah di kantong saya," kata dia.

Politikus PDIP itu mengaku tak ada kriteria khusus mengenai sosok cawapres yang akan dia pilih. Meskipun sejumlah pakar menyarankan agar dia memilih cawapres dari kalangan ekonom lantaran kondisi perekonomian global yang kurang baik.



Masalah ekonomi, kata dia, bisa diperkuat dengan figur Menteri Koordinator Perekonomian atau menteri-menteri di bidang ekonomi. Namun dia menegaskan peluang duet dengan ekonom itu masih terbuka.

Semua peluang kombinasi pasangan capres dan cawapres saat ini bisa saja terjadi. Misalnya kombinasi capres-cawapres Jawa dan luar Jawa, sipil dengan militer, nasionalis bersama religius. Bahkan juga kombinasi laki-laki dengan perempuan.

Dia hanya ingin cawapres yang dia gandeng nantinya mau diajak bekerja keras. "Nanti ditunggu tanggalnya saja, yang sabar. Yang jelas nama sudah di kantong saya," kata Jokowi.
(erd/jat)
FOKUS BERITA: Wawancara Khusus Jokowi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed