Cegah Narkoba, BNN Minta P4GN Masuk ke Program Kementerian

Cegah Narkoba, BNN Minta P4GN Masuk ke Program Kementerian

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 12 Jul 2018 12:14 WIB
Cegah Narkoba, BNN Minta P4GN Masuk ke Program Kementerian
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Heru Winarko (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Bogor - Badan Narkotika Nasional meminta kementerian aktif memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dengan memasukkan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Menghadapi kondisi tersebut, BNN secara serius telah melawan perang narkoba. Untuk itu, diperlukan dukungan dari semua kementerian. Di sini saya lihat banyak yang hadir. Kami mohon di kementerian itu P4GN dibangkitkan. Caranya, P4GN dimasukkan di program kementerian hingga bisa didukung anggaran kementerian masing-masing," kata Kepala BNN Heru Winarko di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).

Heru menyebut program P4GN tidak akan maksimal bila hanya dilakukan BNN tanpa andil kementerian dan instansi swasta. Heru berharap setiap kementerian juga menyediakan alat tes urine untuk para pegawai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Kementerian mengadakan tes urine dan menyediakan alat tes sendiri dengan standar enam parameter kalau semua dibuat ke BNN, kita hanya 25 ribu," imbuh Heru.

Dari temuan BNN, sambung Heru, pengguna narkoba tidak hanya dari masyarakat sipil, tapi juga dari oknum instansi pemerintahan dan oknum aparat penegak hukum.

"Hasil survei kita menunjukkan angka prevalensi pengguna narkoba mencapai angka 3 juta lebih atau 1,77 persen dari total penduduk usia produktif," katanya.




Keinginan BNN disambut baik pihak kementerian yang menghadiri Hari Antinarkotika Internasional 2018. Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemerintah perang melawan narkoba dan mendukung program BNN.

"Upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan dari bahaya penggunaan narkoba. Saya mendengar BNN telah menyusun rencana aksi nasional soal penanganan narkoba, tentu melalui itu kementerian dan lembaga akan bergerak dengan BNN," kata Wiranto. (ibh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads