DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 19:25 WIB

Diperiksa Polisi, Adik Herman Hery Beberkan Penganiayaan oleh Ronny

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Diperiksa Polisi, Adik Herman Hery Beberkan Penganiayaan oleh Ronny Foto: Kanavino-detikcom
Jakarta - Yudi Adranacus, adik dari anggota DPR Herman Hery, selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan. Dia membeberkan kronologi penganiayaan yang dilakukan oleh Ronny Yuniarto terhadap sopirnya, Pardan.

Awalnya, Yudi mengaku melintas di Jalan Arteri Pondok Indah pada 10 Juni 2018. Saat itu jalanan sangat macet karena menjelang liburan panjang.

"Kendaraan kami berjalan masuk lewat Kebayoran Lama, ingin menuju ke Pondok Indah, saya disopiri oleh sopir saya pak Pardan," kata Yudi kepada wartawan di Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Mobil Rolls Royce B-88-NTT yang ditumpangi Yudi akhirnya diputuskan untuk masuk jalur TransJakarta. Yudi mengaku mobil-mobil lain pun banyak yang masuk busway.

"Setelah masuk di jalur Arteri Pondok Indah karena macet akhirnya kami memutuskan saudara Pardan msuk lewat jalur busway. Itu pun karena mobil depan masuk di jalur busway, jadi kami ikut aja," ujarnya.


Setelah itu, Yudi melihat banyak polantas yang merazia para pengendara yang melanggar. Polantas itu memberhentikan pengendara mobil yang masuk jalur TransJakarta.

"Dan ternyata polantas itu sedang operasi. Akhirnya berhenti semua kami, termasuk mobil di depan dan termasuk mobil yang saya tumpangi," tutur Yudi.

Yudi kemudian melihat seorang laki-laki yang belakangan diketahui sebagai Ronny. Menurut Yudi, Ronny keluar dari mobil dan tampak berbicara dengan polisi.

"Saya punya feeling waktu itu dia (Ronny) mau ditilang, dan saya lihat agak ngotot di depan. Saya juga nggak terlalu peduli. Bukan urusan saya," paparnya.

Singkat cerita, Ronny datang ke arah mobil Yudi. Yudi juga mendengar Ronny mengeluhkan ke polisi soal mobil Yudi yang tak ditilang.

"Jadi saya dengar omongan dia. Ini kendaraan ini gimana, ditilang atau tidak. Dengan suara tinggi dan emosi," paparnya.


Akhirnya, Yudi pun turun dari mobil dan menghampiri Ronny. Dia mempertanyakan maksud Ronny menggebrak mobilnya.

"Saya agak kaget dengan kondisi seperti itu karena saya digebrak, menurut saya, ya sudah saya turun akhirnya. Setelah itu saya samperin Ronny, saya tanya sama dia. Maksudnya apa ini?" terang Yudi.

Ronny pun tersulut emosi dan mencoba memukul Yudi. Pukulan tersebut tak mengenai wajah Yudi karena dia berhasil mengelak. Yudi jatuh karena terpelset untuk menghindari pukulan.

"Begitu saya bertanya begitu, dia pun dengan emosi memukul saya. Malah dia pukul saya, saya jatuh," ujarnya.

Sadar bosnya hendak dipukul oleh Ronny, Pardan pun ikut turun dari mobil. Dia ingin melerai keributan namun situasi malah semakin tegang.

"Karena dia melihat saya teraniaya dan saya sebagai bosnya, wajar saya rasa dia bela bosnya. Turun dan ingin memisahkan, bukan berantem. Memisahkan," kata Yudi.

Menurut Yudi, Ronny dan Pardan terlibat perseteruan sampai akhirnya keduanya terjatuh. Mereka terguling-guling di jalan.

"Pada saat saudara Pardan megang saudara Ronny, dan dia mukul saudara Pardan, akhirnya pegang tangannya, akhirnya saling dorong dan jatuh, guling-gulingan di situ dan mereka terjadi gulat-gulatan di situ," tuturnya.

Polantas yang sedang berjaga di lokasi pun disebutnya melerai keributan tersebut. Sampai akhirnya Ronny, Pardan dan Yudi masuk ke mobil masing-masing.

Setelah itu, mobil Yudi kembali melaju tanpa penilangan. Dia pun tak tahu-menahu apakah Ronny ditilang oleh polisi atau tidak.

"Ya, karena sudah rame akhirnya polisi suruh jalan. Kalau dia saya nggak tahu. Sudah sempat ditilang atau belum. Karena saya lihat (Ronny) sempat ngotot-ngotot dengan petugas," ujarnya.


(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed