DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 18:16 WIB

PDIP: Risiko Berat Jika Golkar Tinggalkan Jokowi

Tsarina Maharani - detikNews
PDIP: Risiko Berat Jika Golkar Tinggalkan Jokowi Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Jokowi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - PDI Perjuangan mengaku tak khawatir jika Partai Golkar hengkang dari koalisi Joko Widodo di Pilpres 2019. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut terlalu berisiko bila Golkar memutuskan meninggalkan Jokowi.

"Aku melihatnya, nggak akan mau (Golkar) ambil risiko yang berat ya. Karena mereka punya kepentingan subjektif pileg," kata Eva di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Eva mengatakan Golkar harus membangun citra positif menjelang Pileg 2019. Menurut dia, langkah Golkar meninggalkan Jokowi akan menjadi 'fireback' bagi partai berlambang pohon beringin itu.

Eva menyinggung Pilpres 2014 saat Golkar mengusung Prabowo Subianto, tetapi akhirnya berpindah haluan mendukung Jokowi.



"Kalau mereka on-off itu kan menjadi kampanye negatif bagi semua partai kan akan saling bersaingan. Pasti Golkar nggak maulah ambil risiko disebut sebagai plinplan, kemarin oposisi lalu ke Jokowi, sekarang menarik lagi karena Airlangga hanya karena mungkin nggak jadi cawapres. Aku mikir mereka concern dengan citra partai," sebut Eva.

Pertemuan-pertemuan yang dilakukan Ketum Golkar Airlangga Hartarto pun, dinilai Eva, hanya dalam rangka silaturahmi politik. Dia mengaku tak khawatir jika Golkar meninggalkan Jokowi semata-mata karena alasan sang ketum tak dipilih Jokowi menjadi cawapres.



"Kan juga sudah ditegaskan ya, Golkar sudah deklarasi mendukung Jokowi kan gitu. Jadi bertemu SBY (Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono) atau siapa pun dalam rangka silaturahmi membangun understanding. Aku nggak khawatir. Akan jadi fireback bagi Golkar kalau ambil political position yang beda," ucap anggota DPR itu.

Hingga saat ini, diketahui Airlangga sempat melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Pertemuan itu diungkap Waketum PAN Hanafi Rais.

Selain itu, pada Selasa (10/7), Airlangga bertandang ke kediaman SBY. Airlangga mengaku belum ada keputusan terkait koalisi dengan SBY.
(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed