Jadi Dirut Jakpro, Dwi Wahyu Pastikan Tak Ada Nepotisme

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 11 Jul 2018 17:55 WIB
Foto: Dirut PT Jakpro yang baru, Dwi Wahyu Daryoto. (Zaki-detikcom)
Foto: Dirut PT Jakpro yang baru, Dwi Wahyu Daryoto. (Zaki-detikcom)
Jakarta - Eks Direktur Manajemen Aset Pertamina Dwi Wahyu Daryoto diangkat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Dirut BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Dwi memastikan tak ada unsur nepotisme dalam pengangkatannya.

"Saya akan declare, state (statement), (profesionalitas) itu yang harus saya jaga. Dan saya yakin Pak Anies dan Pak Sandi juga pasti mempunyai value yang sama," kata Dwi saat ditemui di gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).


Dwi mengakui memiliki hubungan pertemanan dengan Anies dan Wagub DKI Sandiaga Uno. Dwi pernah aktif dalam program Anies saat masih menjabat sebagai Mendikbud, yakni Gerakan Indonesia Mengajar.

"Saya memang aktif di sosial, di Gerakan Indonesia Mengajar. Bahkan auditornya Gerakan Indonesia Mengajar itu dari kantor saya dulu PricewaterhouseCoopers. Pak Sandi saya kenal waktu pas saya dulu audit Saratoga, Adaro, ya. Jadi, ya, pertemanan profesional," lanjut Dwi.

Pria lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu mengaku mendaftarkan diri sebagai calon Dirut Jakpro. Dia mengklaim Anies atau Sandiaga tak menawari untuk menjadi Dirut Jakpro.

"Nggak, saya apply saja. Saya pikirannya gini, ya, kalau saya memang ditakdirkan untuk bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara ini, kenapa nggak? Karena, mohon maaf, gitu ya, kalau istilahnya katakanlah sudah selesai diri, saya sudah nggak pikir apa-apa lagi. Anak saya sudah, dua-duanya jadi, sudah punya cucu. Anak saya kawin muda semua," tutur Dwi.


Dwi telah mengikuti serangkaian seleksi di Pemprov DKI. Dia mengklaim juga menjabarkan latar belakang kepada tim panitia seleksi, termasuk soal hubungannya dengan Anies maupun Sandiaga.

"Saya dekat dengan siapa saja. Saya dekat dengan... Ya, pertemanan. Saya bisa membedakan lah, antara teman dengan profesional. Itu waktu di pansel saya jelaskan ke Maruli Gultom, ke Pak Ilham, saya profesional. Teman is teman, network boleh," terang Dwi.

Anies resmi mencopot jabatan Dirut Jakpro dari pundak Satya Heragandhi pada Selasa (10/7). Keputusan tersebut berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa yang dipimpin Kepala Badan Pembina BUMD Yurianto.

Anies memilih Dwi karena punya kemampuan dalam pengelolaan aset. Pengelolaan aset ini menjadi catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) untuk DKI.

"Sekarang kita alhamdulillah mendapatkan seorang dirut yang punya pengalaman di bidang pengelolaan aset yang baik. Beliau pernah mengelola aset di Pertamina, pernah memimpin di PWC (PricewaterhouseCoopers), salah satu perusahaan konsultan akuntasi salah satu yang terbaik di dunia. Jadi seorang yang punya track record amat baik," ujar Anies nies di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (zak/idh)