DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 16:27 WIB

JK Temui Wapres Perempuan Iran, Bahas Perdagangan hingga Nuklir

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Temui Wapres Perempuan Iran, Bahas Perdagangan hingga Nuklir Wapres JK dan Wapres Iran Bidang Perempuan dan Keluarga, Masumeh Ebtekar (Noval DA/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Iran Bidang Perempuan dan Keluarga, Masumeh Ebtekar. JK dan Masumeh membahas hubungan dagang hingga investasi.

"Ini Bu Wakil Presiden Iran berbicara tentang hubungan kita dan bagaimana sejarahnya, bagaimana meningkatkan perdagangan kita, investasi," ujar JK setelah menerima Masumeh di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Hubungan dagang yang dibahas di antaranya kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. JK mengatakan hubungan dagang tersebut sebenarnya sudah terjalin sejak zaman Presiden Iran Ahmedinejad, dan kini kedua negara tengah menjajakinya secara teknis.


"Itu sejak lama sebenarnya, dulu masih zamannya Ahmedinejad, sekarang juga masih dijajaki lagi secara teknis," kata JK.

Salah satu bentuk kerja sama yang sedang dijajaki antara Indonesia dan Iran adalah kerja sama investasi. Model investasi tersebut di antaranya di bidang perminyakan.

"Indonesia kan juga punya pengalaman yang panjang, dalam perminyakan contohnya. Dia, juga perusahaan-perusahaan Iran, juga bekerja di PLN, di energi juga. Karena waktu dia diembargo industrinya, karena itu banyak domestic industry-nya yang jalan. Karena memang budaya Persia itu ilmu pengetahuan, teknologi jalan. Jadi dia diembargo tapi tetap jalan," jelas JK.


Dalam kesempatan yang sama, Wapres Iran Masumeh mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya menyampaikan berbagai pesan dari Presiden Iran Rouhani untuk Presiden Joko Widodo. Kesepakatan nuklir Iran juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Dan untuk menyampaikan posisi kami terkait perkembangan terakhir soal kesepakatan nuklir dunia, khususnya penarikan diri AS dan bagaimana upaya-upaya yang berbeda harus dilakukan untuk mempertahankan non-proliferation deal. Di mana kesepakatan internasional didasarkan pada Kewan Keamanan dan Resolusi (PBB) untuk melindungi perdamaian dan keamanan dunia saat ini," jelas Masumeh.

Dalam pertemuan tersebut, JK dan Masumeh juga membahas sejarah Indonesia dan Iran dalam hubungan dagang, kerja sama ekonomi, politik, sosial, dan ilmu pengetahuan. Untuk itu, kedua negara perlu mempromosikan dan mempererat kembali kerja sama tersebut.


"Juga isu soal perempuan dan keluarga (sosial), kita telah bertemu sebelumnya dan kini ketemu lagi dengan Menteri PPA. Dan kita juga punya MoU yang sedang berjalan, Menteri PPA akan hadir di konferensi internasional di Iran, peran IT dan ICT dalam pemberdayaan perempuan," ucap Masumeh.

"Pemberdayaan perempuan adalah strategi penting di Iran dan kami melihat penggunaan teknologi informasi menjadi alat penting khususnya untuk e-commerce. Dan saat ini kerajinan tangan seperti yang Anda miliki di Indonesia itu juga kami punya. Dan 75 persen kerajinan tangan kami itu dibuat oleh perempuan," imbuhnya.
(nvl/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed