Pelarangan Mobil Tua Bakal Timbulkan Dampak Sosial Besar
Rabu, 27 Jul 2005 13:11 WIB
Jakarta -
Pemilik mobil tua di Jakarta tidak sedikit jumlahnya. Jika dilarang beroperasi 'atas nama' hemat energi, bakal timbul dampak sosial yang besar."Bisa-bisa ada demo besar-besaran," kata anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis kepada detikcom di kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2005).Dia menyarankan agar rencana pelarangan mobil tua beroperasi di Jakarta dikaji ulang. Meskipun akan diberlakukan, pemerintah harus memberlakukannya secara bertahap, tidak tahun ini sekaligus.Alasan hemat energi yang melatarbelakangi rencana tersebut juga dinilai tidak tepat. Pasalnya tidak selalu benar mobil baru lebih hemat dari mobil lama."Pemborosan saya alami sendiri. Mobil baru saya Toyota Kijang Innova keluaran tahun 2004 lebih boros daripada Toyota Kijang LGX tahun 2001," kata Nurmansjah.Dia pun mengingatkan, berdasarkan perda tentang pencemaran udara, yang diutamakan untuk mobil adalah uji emisi kendaraan, bukan tahun pembuatan kendaraan."Sebab kendaraan lama yang masih terawat dan lolos uji emisi banyak beredar di Jakarta," ujar Nurmansjah.Anggota Komisi D yang membidangi masalah transportasi, Tubagus Arif, berpendapat, kebijakan pemerintah untuk melarang beroperasinya mobil tua di Jakarta bisa saja terwujud."Tapi setelah transportasi makro di Jakarta sudah ada, seperti subway dan monorel. Saat ini kan belum terlaksana," tandas Tubagus.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































