Pencopotan Dirut Jakpro Dipertanyakan Fraksi PDIP DKI

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 11 Jul 2018 11:52 WIB
Dirut Jakpro Satya Heragandhi (Indra/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Satya Heragandhi dari jabatannya selaku Direktur Utama BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro). Keputusan Anies mencopot Satya dipertanyakan Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta.

"Ya, (pencopotan Satya) ini menjadi sesuatu yang mengagetkan. Tadi pagi saya baca juga di koran, ya, tiba-tiba 39 hari lagi Asian Games terjadi pencopotan, ada apa?" kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Pantas Nainggolan saat dimintai tanggapan, Rabu (11/7/2018).


PDIP mempersoalkan apakah pencopotan Satya sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Anies. Karena itu, PDIP mendesak Anies menjelaskan alasan pencopotan Satya.

"Saya pikir harus dijelaskan oleh Gubernur. Gubernur bertindak harus matang, ada hal-hal apa? Dalam hal ini Pak Gubernur harus terbuka, apa alasan di balik itu? Pak Gubernur harus berani membuka diri di balik itu semua. Jadi tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan di publik," terang Pantas.

Wagub DKI Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan, meski sudah dicopot, Satya tetap memantau pengerjaan proyek LRT Velodrom-Kelapa Gading. Pantas pun mengapresiasi keputusan Satya.



"Saya memberikan apresiasi pernyataan dari dirut yang lama bahwa dia akan tetap mendampingi, akan tetap bertanggung jawab menyelesaikan tugas LRT ini," tutur Pantas.

"Karena sesuai dengan yang direncanakan, Agustus kan mau diuji coba. Jadi saya pikir kita harus memberikan apresiasi kepada dia walaupun dia sudah diganti, yang secara yurudis tidak lagi punya tanggung jawab," imbuh anggota Komisi D DPRD DKI.

Pencopotan Satya sebagai Dirut Jakpro secara resmi dilakukan kemarin, Selasa (10/7), sesuai keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa yang dipimpin Kepala Badan Pembina BUMD Yurianto. Posisi Satya kini diambil alih oleh eks Direktur Manajemen Aset Pertamina Dwi Wahyu Daryoto. (zak/aan)