Jokowi Minta Ulama Muda Beri Informasi Benar tentang Pemimpin

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 23:42 WIB
Jokowi di acara Samawi. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan soal maraknya berita bohong alias hoax menjelang tahun politik saat silaturahmi dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Sentul, Bogor. Jokowi pun mengajak ulama muda aktif menyampaikan kebenaran kepada masyarakat dan meredam hoax.

Jokowi mengatakan, di tahun politik nanti, dia mengimbau masyarakat pintar dalam memilih pemimpin. Jangan sampai masyarakat termakan oleh berita bohong dan informasi yang tidak benar mengenai sosok pemimpin yang akan dipilih.



"Tahun ini adalah memasuki tahun politik, tahun depan tahun politik. Kita harus mengajak masyarakat untuk masuk dalam tahun politik, pandai-pandai memilih pemimpin. Berikan informasi yang benar kepada masyarakat, tetangga kita, saudara, teman kita, tetangga sebelah kampung, teman satu daerah, beri informasi yang benar. Sampaikan fakta-fakta, sampaikan bukti-bukti yang ada," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/2018).

Jokowi mengimbau jangan sampai masyarakat malah mengabarkan berita bohong, terutama di media sosial. Persatuan bangsa harus terus dijaga.

"Jangan sampai kita mengabarkan berita bohong, hoax, terutama di media sosial. Inilah yang harus kita jaga," katanya.



Jokowi menambahkan, dalam memilih pemimpin, masyarakat harus jeli betul, terutama terkait rekam jejak calon pemimpin yang mau dipilih. Dia mengatakan jangan sampai masyarakat mudah dihasut dan terpecah belah.

"Dalam memilih pemimpin, sampaikan pada teman-teman kita, dilihat rekam jejaknya seperti apa, dilihat track record-nya seperti apa, prestasinya apa, kinerjanya seperti apa, jangan sampai masyarakat mudah dihasut, diberi kabar yang tidak betul, informasi yang tidak benar, fakta yang tidak betul," kata Jokowi.

"Memang kita diberikan kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, kita bebas menyampaikan pendapat, ekspresi, tapi ada batasan-batasannya, ada tata krama, sopan-santun, ada etikanya. Jangan sampai kita diberikan kebebasan kemudian kita gampang mencela orang lain. Diberi kebebasan gampang mencemooh orang lain. Itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah kepada kita," imbuh Jokowi.

Jokowi juga mengajak masyarakat selalu berpikiran baik dan penuh kecintaan. Hal itulah yang akan membuat Indonesia semakin besar.

"Dengan berprasangka yang baik, inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar, kuat," katanya.

"Oleh sebab itu, kita patut bersyukur dengan persatuan kita, yang terus kita jaga sampai saat ini. Dengan ideologi negara kita Pancasila, marilah kita bersama-sama menjaga ukhuwah kita," tambahnya. (jor/bag)