DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 20:47 WIB

Pascakebakaran, Pelayanan Pelabuhan Benoa Berjalan Normal

Prima Fauzi - detikNews
Pascakebakaran, Pelayanan Pelabuhan Benoa Berjalan Normal Foto: Dok. Pelindo III
Denpasar - Engineering Information and Communication Technology Director Pelindo III Husein Latief menyebut pelayanan di pelabuhan berjalan normal pascakebakaran 39 kapal di Pelabuhan Benoa, Bali. Lokasi kebakaran sendiri berada cukup jauh dari terminal LNG di dermaga selatan.

"Lokasi kebakaran cukup jauh dari terminal LNG di dermaga selatan dengan jarak kurang-lebih 250 meter. Kita sudah lakukan dedicated terminal untuk penataan lokasi terminal LNG sehingga, meskipun kebakaran besar terjadi, terminal LNG masih aman," ujar Husein dalam keterangan tertulis, Selasa (10/7/2018).

Ia menyampaikan pihaknya akan menyiapkan langkah antisipasi dalam pencegahan kebakaran dari sisi laut dan darat.

"Bersama dengan instansi terkait, kita me-review sistem dan prosedur perizinan kapal serta akan menyiapkan kapal tongkang dilengkapi pipa hydrant. Penempatan fasilitas docking kapal dan repair akan disediakan terpisah untuk kapal ikan," ujarnya.


Dermaga di Pelabuhan Benoa sendiri diketahui berbentuk 'U', yakni dermaga barat zona perikanan, dermaga timur zona terminal cruise, dan kapal kargo/peti kemas. Untuk saat ini pihak pelabuhan tengah memperdalam alur kolam pelabuhan menjadi 12 LWS untuk layanan bongkar-muat dan cruise serta 4 LWS di dermaga perikanan.

"Kami pantau terus perkembangannya supaya aktivitas operasional dan layanan tetap berjalan lancar. Bencana kebakaran ini akan menjadi titik balik bagi Pelindo III dan instansi terkait sebagai pelajaran dan pengalaman serta mengedukasi para ABK untuk selalu waspada dan menjaga aktivitasnya, apalagi kapal mereka berbahan kayu tentunya mudah terbakar," imbuh Husein.

"Nantinya seluruh pihak akan bekerja bersama untuk penataan sandar kapal dalam penanggulangan kebakaran agar hal serupa tidak terulang lagi," sambungnya.

Sementara itu, CEO Regional Banyuwangi Bali Nusa Tenggara (BBN) Pelindo III I Wayan Eka Saputra menjelaskan, saat terjadi kebakaran, Pelindo III sudah mengerahkan 1 unit kendaraan PMK dan kapal tunda untuk memadamkan api.


"Namun karena faktor kedalaman atau draf kolam di dermaga barat hanya mencapai 2,5 meter LWS sehingga kapal tunda tidak memungkinkan melakukan mobilisasi. Setidaknya dibutuhkan kedalaman 3 m LWS agar kapal tunda bisa beroperasi," kata dia.

Kebakaran ini diperkirakan akibat percikan api dari dalam kapal ditambah embusan angin kencang serta kondisi kapal yang menyimpan bahan bakar. Hal itu menyebabkan api cepat menjalar ke kapal lain yang bersandar di zona perikanan, selain disebabkan padatnya kapal yang tidak berkegiatan di dermaga barat.

"Kami pastikan seluruh kegiatan operasional di Pelabuhan Benoa aman, lancar, dan kondusif," tutupnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed