Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menerima kunjungan Menteri Forest Service Korea Dr Kim Jaehyun di kantor Kementerian KLHK. Dalam kesempatan itu, keduanya membahas beberapa agenda.
Kunjungan tersebut juga merupakan pertemuan bilateral ke-23 Komite Kerja Sama Bidang Kehutanan Indonesia-Korea (The 23rd Meeting of Indonesia-Korea Forest Cooperative Commitee).
Siti Nurbaya berharap hubungan bilateral Indonesia Korea dalam bidang kehutanan dapat terus ditingkatkan.
"Saya sangat mengapresiasi progres, kontribusi, dan improvement yang sudah kita lakukan bersama di bidang kehutanan, seperti improvement pada pengolahan biomassa menjadi wood pellet di Jawa Tengah, recreation service di TWA Gunung Tunak, dan pembangunan Sentul Eco Edu Tourism Forest," ujar Siti dalam keterangan tertulis, Selasa (10/7/2018).
Adapun beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut terkait dengan perhutanan sosial, hutan rekreasi dan ekowisata, pengelolaan lahan gambut, konservasi bibit, serta investasi kehutanan.
Sekadar diketahui, Indonesia dan Korea telah lama menjalin kerja sama. Pada bidang rekreasi hutan dan ekowisata, tercatat kerja sama pada 2013 pembangunan Sentul Eco Edu Tourism Forest, lalu pada 2018 membangun Tunak Recreation Center di Taman Wisata Alam Gunung Tunak, dan membangun Rumah Korea di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.
Menteri Forest Service Korea Dr Kim Jaehyun menyatakan kerja sama Korea dengan Indonesia adalah kerja sama yang penting, sehingga harus dipertahankan.
"Ibarat pohon saya ingin menumbuhkan persaudaraan dan rasa kebersamaan antar-kedua negara sebagai pupuk untuk memperkuat kerja sama ke depannya," ujar Kim.
Kim menegaskan harapannya agar ke depan kedua negara bisa bekerja sama lebih banyak, terutama di bidang pendidikan atau riset dan rekreasi kehutanan.
Selain dihadiri Menteri Forest Service Korea Selatan, Duta Besar Korea untuk Indonesia Kim Chang-beom ikut dalam rombongan delegasi Korea.
Siti Nurbaya juga sempat mengapresiasi kemajuan positif yang terjadi di Semenanjung Korea.
"Indonesia percaya bahwa perdamaian di Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara akan sangat berkontribusi pada ekosistem dan perdamaian regional dan global," pungkas Siti.
Kunjungan tersebut juga merupakan pertemuan bilateral ke-23 Komite Kerja Sama Bidang Kehutanan Indonesia-Korea (The 23rd Meeting of Indonesia-Korea Forest Cooperative Commitee).
Siti Nurbaya berharap hubungan bilateral Indonesia Korea dalam bidang kehutanan dapat terus ditingkatkan.
"Saya sangat mengapresiasi progres, kontribusi, dan improvement yang sudah kita lakukan bersama di bidang kehutanan, seperti improvement pada pengolahan biomassa menjadi wood pellet di Jawa Tengah, recreation service di TWA Gunung Tunak, dan pembangunan Sentul Eco Edu Tourism Forest," ujar Siti dalam keterangan tertulis, Selasa (10/7/2018).
Adapun beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut terkait dengan perhutanan sosial, hutan rekreasi dan ekowisata, pengelolaan lahan gambut, konservasi bibit, serta investasi kehutanan.
Sekadar diketahui, Indonesia dan Korea telah lama menjalin kerja sama. Pada bidang rekreasi hutan dan ekowisata, tercatat kerja sama pada 2013 pembangunan Sentul Eco Edu Tourism Forest, lalu pada 2018 membangun Tunak Recreation Center di Taman Wisata Alam Gunung Tunak, dan membangun Rumah Korea di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.
Menteri Forest Service Korea Dr Kim Jaehyun menyatakan kerja sama Korea dengan Indonesia adalah kerja sama yang penting, sehingga harus dipertahankan.
"Ibarat pohon saya ingin menumbuhkan persaudaraan dan rasa kebersamaan antar-kedua negara sebagai pupuk untuk memperkuat kerja sama ke depannya," ujar Kim.
Baca juga: Ini Upaya KLHK Jaga Kualitas Air Sungai |
Kim menegaskan harapannya agar ke depan kedua negara bisa bekerja sama lebih banyak, terutama di bidang pendidikan atau riset dan rekreasi kehutanan.
Selain dihadiri Menteri Forest Service Korea Selatan, Duta Besar Korea untuk Indonesia Kim Chang-beom ikut dalam rombongan delegasi Korea.
Siti Nurbaya juga sempat mengapresiasi kemajuan positif yang terjadi di Semenanjung Korea.
"Indonesia percaya bahwa perdamaian di Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara akan sangat berkontribusi pada ekosistem dan perdamaian regional dan global," pungkas Siti.











































