DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 19:15 WIB

LSI: Jelang Pilpres, Publik Tak Mau Terbelah Seperti Pilgub DKI

Zunita Amalia Putri - detikNews
LSI: Jelang Pilpres, Publik Tak Mau Terbelah Seperti Pilgub DKI Rilis survei LSI Denny JA. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Hasil survei LSI Denny JA menegaskan mayoritas publik tidak ingin perpecahan di tengah masyarakat terulang kembali pada Pilpres 2019. Publik disebut tak ingin perpecahan seperti di Pilgub DKI 2017 kembali terulang.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan sebanyak 72,5 persen publik tidak menginginkan perpecahan di tengah masyarakat terulang kembali pada Pilpres 2019. Hal ini diungkapkan Adjie saat memaparkan hasil survei LSI yang bertajuk 'Pasangan Capres dan Cawapres Pasca-Pilkada 2018' di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden pada periode 28 Juni hingga 5 Juli 2018 dengan metode multistage random sampling di 33 provinsi Indonesia dengan margin of error survei +/- 2,9 persen.


"Pilpres akan segera dimulai, publik pernah merasakan situasi di mana kehidupan berbangsa seakan terbelah karena Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari hasil survei kita, mayoritas publik, 72,50 persen, tidak ingin pembelahan publik pada Pilkada DKI 2017 terjadi pada Pilpres 2019. Hanya 18,50 persen yang tidak mempersoalkan pembelahan publik terjadi di Pilpres 2019. Dan sisanya 9 persen menjawab tidak tahu," kata Adjie.

Ia mengungkapkan pembelahan persepsi publik terjadi antara pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan, yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Perpecahan tersebut, menurutnya, sampai dibawa ke urusan pribadi masyarakat.

"Pada waktu itu pembelahan di publik cukup besar antara yang mendukung Ahok dan yang tidak mendukung Ahok. Hampir semua terbelah, di lingkungan pertemanan, teman ini mendukung Ahok, kelompok teman lainnya nggak mendukung. Bahkan itu sampai ke lingkungan kerja, ke lingkungan keluarga juga terpecah," jelas dia.


Adjie menyarankan kepada parpol agar selalu mengingatkan pendukungnya untuk bersikap bijak dalam menentukan pilihan pada Pilpres 2019. Ini bertujuan agar tidak ada perpecahan seperti Pilgub DKI 2017.

"Mulai ada kesadaran untuk menghindari agar jangan lagi terjadi hal seperti ini. Ini juga bisa jadi pesan nantinya untuk semua elite politik baik parpol, hingga calon untuk tidak mendorong hal-hal ini terjadi lagi," tuturnya.
(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed