MMI Bantah Ikut Dawam Cs Saat Demo Soal Ahmadiyah
Rabu, 27 Jul 2005 10:46 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) membantah mengikuti aksi demonstrasi bersama Aliansi untuk Kebebasan Beragama yang dimotori Dawam Rahardjo cs di Mabes Polri pada Selasa (26/7/2005) kemarin. Demo itu menuntut Polri segera menangkap pelaku yang terlibat kerusuhan di kampus Mubarak milik Ahmadiyah."Berita keikutsertaan Majelis Mujahidin Indonesia dalam demo bersamaAliansi untuk Kebebasan Beragama itu adalah tidak benar," tegas salah satu ketua MMI, Fauzan Al-Anshari, pada detikcom, Rabu (27/7/2005).detikcom menurunkan berita aksi itu dengan judul Polri Diminta Tangkap Perusak Kampus Mubarak. Demonstran yang menamakan diri Aliansi untuk Kebebasan Beragama menyebarkan selebaran berisi tuntutan mereka. Di dalam selebaran itu, terdapat sejumlah ormas yang bergabung dalam aliansi, termasuk MMI.Lebih lanjut Fauzan menegaskan, sikap MMI terhadap mereka yang terlanjur dianggap melakukan tindak kekerasan atau main hakim sendiri karena penyerangan terhadap kampus Mubarak, hendaklah dicarikan jalan damai sesuai dengan prinsip keadilan, bukan menjatuhkan tindakan yang justru lebih memperuncing permusuhan."Peristiwa penyerangan itu terjadi karena tersumbatnya mekanisme hukum terhadap aliran sesat Ahmadiyah yang telah meresahkan masyarakat sekitar hampir sepuluh tahun lamanya, sehingga mencapai titik kulminasinya pada peristiwa tersebut," urainya.Fauzan menegaskan, untuk mengatasi berbagai penyimpangan atau penyesatan terhadap ajaran Islam, MMI menuntut pemerintah untuk segera membentuk Mahkamah Syariah."Mahkamah Syariah memiliki otoritas penuh termasuk mengadili mereka yang dituduh aliran sesat demi menjaga kemurnian aqidah Islam dari berbagai rongrongan, baik berasal dari dalam maupun dari luar kalangan umat Islam. Sehingga tidak terulang lagi tindakan main hakim sendiri (eigenrichting)," demikian Fauzan.
(nrl/)











































