Berkaca dari amannya penyelenggaraan pilkada tersebut, para pemuka agama di Banten memberikan pandangan di tahun politik ke depan. Rumusannya dibuat pada 8-10 Februari 2018 bersama lintas pemuka agama di Jakarta.
Dibacakan oleh Ketua MUI Banten AM Romli, para pemuka agama, khususnya di Banten, berpesan, siapa pun pemerintah hasil pemilu demokratis, diharapkan mengemban kepercayaan rakyat secara amanah dan bertanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilu jangan dianggap sebagai peristiwa menyeramkan dan menakutkan sehingga mengusik ketenangan kehidupan sehari-hari," kata Romli dalam silaturahmi pemuka agama di kantor MUI Banten, Serang, Selasa (10/7/2018).
Warga di Banten diminta datang ke TPS dengan senang hati dan tetap menjaga persaudaraan dan memelihara kerukunan umat beragama. Semua tokoh agama dan masyarakat diminta menjaga kedaulatan agama sebagai otoritas moral dan sumber nilai luhur.
Mereka juga diminta mengingatkan dan membimbing masyarakat untuk tidak melakukan tindakan tercela yang merusak kerukunan dan kedamaian dengan adanya pemilu. Juga menghindari penyebaran berita palsu, hoax, fitnah, ujaran kebencian, adu domba, dan saling menghujat yang menyebabkan perseteruan saat pemilu nanti. (bri/asp)










































