Wacanakan Anies Capres, PKS: Dianggap Bisa Kalahkan Jokowi

Wacanakan Anies Capres, PKS: Dianggap Bisa Kalahkan Jokowi

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 16:05 WIB
Wacanakan Anies Capres, PKS: Dianggap Bisa Kalahkan Jokowi
Jokowi saat bertemu dengan Anies. (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Jakarta - Anies Baswedan diwacanakan menjadi calon presiden pada Pilpres 2019. PKS menilai dia bisa mengalahkan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan kalangan internal partainya telah melakukan survei di media sosial. Hasilnya, ada yang menyetujui Anies maju di Pilpres dan ada yang meminta Anies tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Jadi memang ada dua arus saya bikin polling di Facebook 50 persen menolak, di Twitter 52 persen mendukung. Jadi terbalik angkanya. Saya bisa memetakan karena di Facebook hampir 16 ribu dan Twitter hampir 20 ribu yang ikut. Kelas bawah nggak menerima, tapi kelas menengah atas menerima," kata Mardani di Masjid Agung Al-Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia mengatakan pihak yang menolak bisa saja karena Anies dianggap belum menuntaskan pekerjaan di DKI. Sedangkan pihak yang menerima Anies disebut mengira eks Mendikbud itu dapat mengalahkan sang petahana.

"Menganggap Anies berpeluang mengalahkan Jokowi. Semua masih dinamis, sekarang justru intensif pertemuan-pertemuan. Sebaiknya tetap, tapi kalau ternyata publik meminta Anies maju, kan itu bukan mau saya, tapi maunya publik," jelas Mardani.

Mardani mengatakan PKS dapat menerima jika Anies menjadi cawapres bagi Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun tentunya harus berdasarkan musyawarah, khususnya dengan para ketum, seperti Presiden PKS Sohibul Iman, Prabowo, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY), Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, hingga Ketum Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

"Kalau sudah disepakati oleh musyawarah bersama. Kalau kami, apa pun yang muncul di media tidak menjadi bahan keputusan. Bahan keputusan itu ketika kita duduk bersama, katakan Pak Sohibul Iman, Pak Prabowo, kemudian Zulhas, mungkin SBY kumpul, Yusril, Tommy, kumpul jadi satu, sepakat, itu yang jadi kesepakatan," tutur Mardani.


Menurutnya, usulan yang paling banyak diterima Sohibul Iman adalah Anies. Namun, jika Gerindra tetap mengusulkan Prabowo, nanti akan dibahas bersama.

"Semua masih dinamis, jadi Gerindra angkat Prabowo monggo, kita angkat nama-nama monggo. Tapi yang saya baca, Pak Iman itu dapat banyak masukan Anies banyak disebut, maka Pak Iman sampaikan," ujar dia.

Sebelumnya, PKS mewacanakan duet Anies dengan tokoh seniornya Ahmad Heryawan. Meski begitu, wacana itu baru merupakan usul dari para kader. (yld/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads