DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 11:56 WIB

Agar Gaya Ala Mahasiswa Surabaya, Olshop hingga Main Piano

Hilda Meilisa - detikNews
Agar Gaya Ala Mahasiswa Surabaya, Olshop hingga Main Piano Ilustrasi (dok.detikcom)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Surabaya - Merantau ke kota besar untuk mencari ilmu terkadang memerlukan biaya yang tak sedikit. Mulai dari sewa tempat tinggal atau kos, biaya makan, hingga biaya perkuliahan seperti membeli buku dan fotocopy.

Misalnya saja bagi mahasiswa luar kota yang kuliah di Surabaya, kebanyakan mengaku uang saku dari orang tua tak pernah cukup. Hal ini memang bergantung dari gaya hidup dan pengelolaan uang dari masing individu.

Namun terkadang, untuk melepas penat di sela perkuliahan, mahasiswa terkadang suka nongkrong di kafe hingga berjalan-jalan ke beberapa mal yang menjamur di Surabaya. Dalam hal ini, jika hanya mengandalkan uang saku dari orang tua, maka kebanyakan merasa tak cukup.

Untuk menyiasatinya, beberapa mahasiswa mengaku memutar otak untuk mencari tambahan uang saku. Misalnya saja Puput Kumalasari, mahasiswa semester 6 Universitas Airlangga (Unair) ini memilih berjualan baju dan tas melalui sosial media untuk menambah uang saku.

"Di sela kuliah, aku jualan baju dan tas. Pemasarannya melalui olshop aku di Instagram, ya lumayan sih," ujar Puput.

Saat ditanya berapa omzetnya, Puput enggan menjawab. Namun diakuinya jumlah ini cukup untuk membeli berbagai perlengkapannya.

"Ya lumayan lah, cukup buat beli perlengkapan, buat jalan sama temen-temen juga. Yang penting nggak selalu gantung ke orang tua," imbuh mahasiswi asal Mojokerto ini.

Tak jauh berbeda dari Puput, Kiki Rosmala, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menggunakan hobi dan kepiawaiannya dalam bermain piano untuk mencari tambahan uang saku.

Kiki mengaku telah memiliki grup akustik lengkap dengan penyanyinya untuk mengiringi acara-acara di Surabaya. Misalnya saja pernikahan hingga ulang tahun. Tak hanya itu, dia dan bandnya juga biasanya mengisi suara di cafe.

Ditanya apakah hal ini mengganggu kuliahnya, Kiki merasa tidak sama sekali. Karena kebanyakan acara diselenggarakan saat malam hari, juga Sabtu dan Minggu. Yang mana tidak bersamaan dengan jadwal kuliah.

"Kebanyakan tampil di Sabtu sama Minggu, atau pas malam. Jadi kuliah sejauh ini masih oke-oke saja," kata mahasiswa asal Bondowoso ini.

Kiki mengatakan hal ini dilakukannya untuk menambah uang saku dan membeli tambahan kebutuhannya saat kuliah. Tak hanya itu, uang tambahan ini juga dibuatnya untuk menujang gaya hidup di Surabaya. Misalnya untuk menonton film, jalan-jalan ke mal, hingga nongkrong di beberapa tempat hits.

"Kalau minta orang tua terus kan ya malu kalau untuk nongkrong dan jalan-jalan. Jadi sebisa mungkin harus mandiri," tambahnya.

Tak hanya Kiki dan Puput, mahasiswa Unair M. Iqbal Anugerah justru menambah penghasilan dengan menjadi driver ojek online. Iqbal yang sudah duduk di semester 8 ini mengaku ingin mandiri dan tak minta uang saku lagi ke orang tua.

"Jadi sudah dari Januari atau Februari sudah ndak minta uang saku lagi, semua biaya aku coba tanggung sendiri," imbuh Iqbal.

Untuk jadwalnya, Iqbal tidak pernah merasa terganggu. Sebab, di semester 8 ini, jadwal kuliah pun sudah tak padat karena hanya skripsi saja. Dia pun hanya bekerja di sela-sela waktu saja.

"Kan ini lebih fleksibel kerjanya, jadi senganggurnya aja dan hasilnya ya lumayan lah cukup buat tambahan," tambahnya.


(asp/asp)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed