DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 09:10 WIB

KPAI: Tik Tok Wajib Penuhi Janji Lindungi Anak dari Konten Negatif

Aditya Mardiastuti - detikNews
KPAI: Tik Tok Wajib Penuhi Janji Lindungi Anak dari Konten Negatif Ketua KPAI Susanto (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Perwakilan manajemen aplikasi Tik Tok kemarin menemui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan perbaikan terkait perlindungan anak dari konten negatif. KPAI mengingatkan jika perbaikan itu tak sesuai janji, manajemen Tik Tok bakal dipanggil KPAI.

"Komitmennya akan ada perbaikan sesuai harapan KPAI. Jika tidak ada perbaikan secara berarti kami akan mempertimbangkan untuk memanggil manajemen Tik Tok," ujar Ketua KPAI Susanto lewat pesan singkat, Senin (9/7/2018) malam.


KPAI menyesalkan kasus perundungan (bullying) dan umpatan kasar terhadap Bowo 'Alpenliebe' atas aksinya di aplikasi Tik Tok. Berkaca pada kasus Bowo 'Alpenliebe' KPAI berjanji bersikap tegas ke penyedia aplikasi berkonten negatif.

"Ini penting agar regulasi yang berlaku di Indonesia dipatuhi oleh semua korporasi termasuk Tiktok. Kita harus tegas, karena menyangkut masa depan anak," ujar Susanto.

Sebelumnya diberitakan, manajemen Tik Tok berkunjung ke KPAI, Senin (9/7) kemarin. Dalam pertemuan dengan KPAI, pihak manajemen berjanji akan melakukan perbaikan terkait perlindungan anak dari konten negatif.
KPAI dan manajemen Tik TokKPAI dan manajemen Tik Tok Foto: Sahaya Anisa/ detikcom

Kasus pemblokiran Tik Tok yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informasi dinilai sudah tepat sebagai langkah pembelajaran. Local Manager Tik Tok Dina mengatakan, aplikasi mereka dilengkapi dengan teknologi yang dapat melindungi pengguna dari konten negatif. Aplikasi asal China itu juga mendukung KPAI dalam upaya perlindungan anak.

"Ke depannya Tik Tok akan membuat program-program kerja sama untuk mendorong kreativitas dan pembuatan video positif untuk para pengguna di platform kami. Kami mempunyai beberapa teknologi yang sudah ada di aplikasi kami yang dapat mem-filter konten-konten negatif tersebut. Kami gunakan untul memastikan konten-konten negatif tersebut dapat berkurang," kata Dina.


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +