DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 16:25 WIB

Kuliah di Palembang? Awas Dompet Terkuras untuk Manjakan Lidah

Raja Adil Siregar - detikNews
Kuliah di Palembang? Awas Dompet Terkuras untuk Manjakan Lidah Foto: Puput mengaku senang kuliah di Palembang (raja/detikcom)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Palembang - Universitas Sriwijaya (Unsri) telah menjadi universitas favorit di Sumatera Selatan. Ribuan mahasiswa lulus setiap tahunya dan akan tinggal di Palembang. Lantas berapa sih biaya bulanan untuk hidup di Kota Pempek?

Salah seorang mahasiswi jurusan PPKN Universitas Sriwijaya, Dianyta Putri (21) mengatakan biaya hidupnya berkisar Rp 2 juta/bulan. Biaya ini tergantung pada kebutuhan selama tinggal dan menjadi mahasiswi.

Sebagai mahasiswi, keamanan tentu jadi prioritas dirinya memilih tempat kos. Dia memilih tinggal tak jauh dari kampusnya belajar, yakni di kampus Unsri Bukit Kecil Palembang.


Di sana, wanita yang akrab disapa Puput itu mengaku tinggal di kos yang tarifnya Rp 650 ribu/bulan. Namun, biaya kos dia bayar Rp 6 juta/tahun agar lebih murah.

"Untuk biaya kos Rp 650 ribu/bulan, tapi dibayar tahunan Rp 6 juta agar biayanya lebih murah. Biaya kos ini nggak termasuk biaya makan, listrik dan air," kata Puput saat berbincang dengan detikcom, Senin (9/7/2018).

Untuk biaya listrik dan air, Puput harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 150 ribu/bulan. Biaya ini diakui Puput telah masuk biaya keamanan karena dinilai menjadi daerah rawan dibobol maling.

"Rawan maling, jadi harus diutamakan keamanan kalau mau cari kos. Biar kos sedikit mahal, yang penting aman dan saya pergi ke kampus nggak kepikiran," kata Puput.

Di luar biaya kos dan keamanan, ada pula biaya makan yang harus dia keluarkan setiap harinya. Yakni berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu/hari, tergantung pada tempat di mana mereka makan.

"Tergantung mau makan di mana. Kalau anak kos biasa Rp 15 ribu untuk sekali makan. Bisa juga lebih ya, kalau masak sendiri mungkin lebih murah ya karena saya juga pernah masak," katanya lagi.

"Sekarang saya tidak masak lagi karena sibuk ngurus skripsi, sudah nggak sempat mau belanja-belanja buat masak. Kalau mau masak sendiri ya bisa lebih murah, kalau tidak salah Rp 200 sampai Rp 300 ribu/minggu," katanya.

Anak sulung dari dua bersaudara ini pun mengaku dalam satu bulan kedua orang tuanya mengirim biaya hidup Rp 2 juta - Rp 2,5 juta. Sedangkan biaya semester dikirim di luar biaya bulanan saat tinggal sebagai anak kos di Palembang.

Saat ditanya biaya nongkrong dan main ke tempat wisata di Palembang, Puput mengaku hanya sesekali saja dia keluar bersama teman-temannya. Mengingat untuk satu kali nongkrong, dirinya harus mengeluarkan banyak uang.

"Ha..ha... Itu dia yang bikin banyak uang anak kos cepat habis, jalan sama teman ke tempat wisata, menimati kuliner khas Palembang juga. Apalagi di Palembang ini banyak sekali kuliner, cepat habis uang kalau sekali jalan," kata Putri sambil tertawa.

Sementara itu, dari tempat kos-kosan dan beberapa mahasiswa yang telah ditemui detikcom, mayoritas mereka mengaku biaya hidup di Palembang ini berkisar Rp 2 juta/bulan.

Biaya ini dapat ditekan jika mahasiswi hidup di rumah kontrakan bersama dua atau tiga teman lainnya. Dengan begitu, mereka bisa sama-sama membagi biaya listrik, kos dan uang keamanan.


(asp/asp)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed