Soal 'Cebong-Kampret', Desmond: Itu Mainan Kelompok Tertentu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 15:15 WIB
Foto: Kanavino-detikcom
Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa setuju sebutan 'kecebong' dan 'kampret' dihentikan. Desmond menilai dua sebutan itu dimainkan oleh kelompok tertentu.

"Ya itu kan mainan-mainan saja, mainan-mainan dari kelompok-kelompok tertentu," kata Desmond di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Desmond mengatakan upaya untuk menghentikan saling menyebut 'kecebong' dan 'kampret' merupakan niat baik. Menurut dia, bangsa ini jangan sampai terpecah belah hanya karena perbedaan politik.

"Yang jadi soal hari ini adalah kepentingan-kepentingan apa sih yang membuat berbeda, apa sih, ini kan kekuasaan lima tahunan ini kan ya bagi kita kayak mimpi aja. Nggak terasa," ujarnya.


Desmond lantas menyinggung Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Presiden. Menurut dia, jangan sampai warga yang pro dan kontra terhadap pemerintahan Jokowi saling menghina dengan kedua sebutan tersebut.

"Jokowi sudah tiga tahun, ke empat tahun. Kalau dia kepilih lagi, habis itu dia jadi rakyat biasa. Semua ini kan ada perimeter yang jelas. Selama dia berkuasa, membawa manfaat nggak? Jangan-jangan lebih parah dibanding dari SBY gitu kan? Kalau membawa parah akhirnya orang yang cebong jadi malu, yang kampret merasa menang. Kan lucu juga. Ini kan langkah mundur bagi kita sebuah bangsa di antara warga saling gelar, cebong dan kampret. Kan harusnya enggak," imbuhnya.

Sementara anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu juga sepakat istilah 'kecebong' dan 'kampret' dihilangkan. Masinton menyebut penghilangan dua sebutan itu agar masyarakat tak terpecah.


"Iya, kita sangat setuju supaya tidak ada dikotomi, perpecahan di masyarakat," ujar Masinton di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sebelumnya, dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Aa Gymmeminta kepada masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil 'kecebong' atau 'kampret'.

"Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret," kata Aa Gym dalam acara Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

(knv/mea)