DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 13:51 WIB

Biaya Hidup Mahasiswa di Aceh, Sarapan Cukup Rp 5 Ribu

Agus Setyadi - detikNews
Biaya Hidup Mahasiswa di Aceh, Sarapan Cukup Rp 5 Ribu Ilustrasi (dok.detikcom)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Aceh - Perguruan tinggi di Banda Aceh kembali menerima mahasiswa baru. Untuk pelajar yang akan kuliah, estimasi biaya hidup di ibu kota provinsi Aceh itu Rp 1,4 juta hingga Rp 2 juta/bulan.

Di Banda Aceh, ada dua kampus negeri yaitu Univestas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Keduanya kampus negeri ini terletak dalam satu kompleks di Darussalam, Banda Aceh. Sementara untuk kampus swasta di antaranya Universitas Serambi Mekkah, Unida, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Abulyatama dan sejumlah kampus lainnya.

Letak kampus swasta ini memang agak berjauhan. Transportasi ke kampus swasta ini dapat ditempuh dengan menggunakan motor ataupun naik angkutan umum labi-labi. Sedangkan ke kampus negeri, selain labi-labi saat ini juga sudah ada bus Transkoetaradja. Setahun belakangan, biaya bus berwarna biru masih digratiskan oleh Pemerintah Aceh.

"Biaya hidup setiap hari antara Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu, dan setiap bulan antara Rp 1,4 juta hingga Rp 1,7 juta. Itu sudah termasuk minyak motor," kata Muhammad Fadhil, salah seorang mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (9/7/2018).

Menurut Fadhil, biaya tersebut sudah termasuk uang makan dan nongkrong di warung kopi. Harga nasi di Banda Aceh saat ini rata-rata Rp 10 ribu untuk telur atau pakai ikan. Sedangkan harga kopi di warung kopi pasarannya Rp 5 ribu/gelas.

Sementara untuk sewa rumah kos, pertahunnya yaitu Rp 3,5 juta. Fadhil menyewa satu kamar berukuran 3 x 4 meter di dekat kampus. Dengan harga segitu, fasilitas yang didapat yaitu air pdam dan listrik.

"Saya mendapat kos dekat dengan kampus baik UIN dan Unsyiah, dan ini sangat menguntungkan," jelas Fadhil.

Sementara Nurul Rahmi, mahasiswi Universitas Syiah Kuala, mengaku setiap bulannya menghabiskan uang Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta. Biaya tersebut dipakai untuk jajan atau nongkrong di warung kopi saat bikin tugas. Untuk meminimalisir biaya, dia memilih masak sendiri di kos.

"Kalau beli nasi biayanya bisa lebih banyak. Saya masak sendiri paling sesekali beli nasi waktu siang saja," jelas Rahmi.

Sedangkan Habil Razali, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah mengaku setiap bulan menghabiskan uang Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Uang itu sudah termasuk untuk makan, minyak motor, dan nongkrong di warung kopi.

"Makannya di warung, tiga kali sehari. Kalau pagi makan nasi Rp 5 ribu, siang Rp 10 ribu, dan malam Rp 10 ribu. Kalau nongkrong, biasanya sekali nongkrong habis 15 ribu, dalam sehari paling sedikit 2 kali lah," jelas Habil.
(asp/asp)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed