Kasus Flu Burung Berlanjut di Sumut
Rabu, 27 Jul 2005 01:20 WIB
Medan - Kasus flu burung terus terjadi. Kali ini di Sumatera Utara. Di Kabupaten Deli Serdang, ratusan ekor unggas yang diduga terkena virus ini banyak yang mati. Para peternak mengeluhkan tidak adanya ganti rugi hingga Selasa (26/7/2005)."Hari ini sekitar 100 ekor ayam saya mati. Memang sudah divaksin, tetapi ya tetap mati. Kita belum mendapat ganti rugi apapun hingga saat ini. Ayamnya sudah dibakar dan dijadikan makanan ikan lele," kata Nurdin (30) tahun, salah seorang peternak di Desa Medan Krio, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, sekitar 30 kilometer dari Medan.Nurdin yang beternak sekitar 100 ekor ayam menuturkan, sebelumnya ayam-ayam yang sudah terkena flu burung dia tanam. Namun setelah divaksin oleh petugas Dinas Peternakan Sumut, ayam-ayam miliknya justru mati semua. Karena memang vaksin itu justru akan mempercepat matinya unggas yang terkena gejala flu burung.Zulham (29), warga desa Medan Krio lainnya yang juga beternak ayam, pun mengeluhkan masalah ganti rugi yang belum dia terima, karena puluhan ekor ayamnya mati akibat virus ini.Sebelumnya Kasub Dinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sumut Tetty Erlina Lubis menyatakan sembilan kabupaten dan kota di Sumut dinyatakan positif terinfeksi virus flu burung. Yakni Kota Medan, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Dairi, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tapanuli Utara. Data terakhir menyebutkan, unggas yang terkena flu burung mencapai 15.822 ekor, yakni ayam buras dan burung puyuh. Sementara ternak babi sejauh ini belum ada laporan. Data Statistik Peternakan Tahun 2003 menyebutkan, ada 2.268.529 ekor unggas di Sumut.
(ddn/)











































