Setuju 'Cebong-Kampret' Disetop, Wanbin PD: Bisa Singgung Perasaan

Tsarina Maharani - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 10:05 WIB
Agus Hermanto (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Agus Hermanto setuju istilah 'cebong-kampret' harus dihentikan. Menurut Agus, istilah itu bisa menyinggung perasaan.

"Kita selama ini, saya sendiri, tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Kalau mengatakan seperti itu kan bisa menyinggung perasaan," kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).


Selain itu, sebut Agus, sebutan 'kecebong' dan 'kampret' itu juga tidak tepat digunakan dalam pembahasan politik. Dia pun berharap ke depan pembicaraan politik Indonesia menggunakan bahasa-bahasa yang santun.

"Kata-kata itu kan juga tidak tepat untuk pembicaraan politik dalam hal yang strategis," ujar Wakil Ketua DPR itu.

Tonton juga 'PPP Sukses di Pilgub Jawa, Arsul Sani : Ini Pemanasan yang Baik':




"Jadi sebaiknya memang kita menggunakan bahasa-bahasa yang baik, lugas, dan yang tidak menimbulkan ketersinggungan antara satu dan lainnya," imbuh Agus.

Sebelumnya, dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Aa Gym meminta kepada masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil 'kecebong' atau 'kampret'.

"Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret," kata Aa Gym dalam acara Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Setuju 'Cebong-Kampret' Disetop, Wanbin PD: Bisa Singgung Perasaan
(tsa/elz)