Said Salim Akui Kenalkan Puteh pada 2 Panitera Tersangka Suap

Said Salim Akui Kenalkan Puteh pada 2 Panitera Tersangka Suap

- detikNews
Selasa, 26 Jul 2005 23:55 WIB
Jakarta - Said Salim mengaku mengenalkan Abdullah Puteh pada dua tersangka kasus suap yang dilakukan mantan pengacara Puteh, Tengku Syaifuddin Popon. Said memberikan nomor telepon genggam Wakil Panitera Pengadilan Tinggi (PT) DKI Ramadhan Rizal dan Panitera Muda Pidana PT DKI M Soleh kepada Puteh."Waktu itu Pak Puteh tanya siapa hakim-hakim yang di PT setelah bandingnya masuk, tapi saya bilang saya tidak kenal hakim, tapi kenal paniteranya," ujar Said, yang juga Wakil Panitera PT Medan."Setelah itu Marlinda Purnomo (istri Puteh) memforward nomor-nomor itu kepada Popon," kata Said saat ditemui wartawan, usai diperiksa sembilan jam di Gedung KPK, Jl. Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2005).Saat ditanya apakah Puteh dan Linda langsung menghubungi kedua panitera PT DKI itu, Said tidak membantahnya. "Yang aktif menghubungi, iya," ungkapnya.Selain nomor telepon Soleh dan Rizal, Said juga memberikan nomor HP Kepala Sub Bidang Pengajaran Pusdiklat Depkeh Arifin kepada Puteh. Arifin diketahui kenal dengan salah seorang hakim ad hoc tipikor PT DKI Jakarta yang bernama Sudiro. "Sudiro adalah salah satu staf pengajar di Pusdiklat Kehakiman," jelasnya.KebohonganSementara itu, Said mengoreksi sendiri pernyataannya beberapa waktu lalu bahwa ia tidak pernah bertemu Popon di Gedung Mahkamah Agung (MA) sebelum penyuapan 15 Juni 2005 lalu. Ia akhirnya mengakui telah bertemu Popon di tempat parkir MA pada hari itu, pukul 15.00 WIB selama tiga menit."Jadi begini, yang waktu itu salah, saya ralat," kilahnya.Saat itu Said mengaku datang ke Gedung MA untuk mengurus SK cuti. Ia lalu menelpon Popon yang ternyata juga sudah berada di Gedung MA. Namun ia tidak mengatakan bahwa pertemuan itu untuk menyerahkan uang suap dari Puteh kepada Popon, untuk selanjutnya diberikan kepada dua panitera DKI Jakarta."Saat itu Popon hendak mempertanyakan perkara yang sedang saya tangani di Medan. Dan saya juga sempat bertanya kapan dia akan ke Banda Aceh," kilahnya lagi.Jadi yang benar yang mana Pak? (fab/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini