Diduga Provokator, 8 Pendemo Bupati Demak Diciduk
Selasa, 26 Jul 2005 23:13 WIB
Demak - Meski bentrok dengan aparat di Kantor Bupati, pendemo tak menyerah. Ribuan orang yang minta Bupati Endang Setyaningdyah mundur dari jabatannya itu mendatangi Kantor DPRD. Delapan orang diciduk karena diduga kuat sebagai provokator.Penangkapan ke-8 orang itu dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB setelah massa membakar ban-ban bekas dan kertas di depan Kantor DPRD Demak, Jl. Sultan Trenggono, Selasa (26/7/2005). Akibat aksi tersebut, jalan yang menghubungkan Demak - Semarang itu pun macet selama beberapa waktu.Dalam penangkapan itu salah satu pendemo Nur Halim sempat bersitegang dengan aparat. Lelaki yang dikenal sebagai Ketua Gapensi Demak dan koordinator ABK (Aliansi Berantas Kezaliman) itu menilai aparat terlalu berlebihan dalam menangani aksi.Setelah berdebat kusir, aparat mengangkut ke-8 pendemo dengan sebuah truk menuju Polres Demak. "Mereka provokator yang menggerakkan massa. Terpaksa kami membawanya ke Polres untuk pemeriksaan," kata Kasatreskrim Polwiltabes Semarang AKBP Wagisan di lokasi.Wagisan menambahkan, penangkapan itu dilakukan mengingat aksi mereka sudah tidak dapat ditolererir lagi. Terutama ketika pendemo membakar ban bekas di tengah jalan. "Ya, terpaksa diamankan," katanya pendek. Sebelum penangkapan dilakukan, ribuan pendemo sudah lebih dulu meninggalkan Kantor DPRD dengan menggunakan truk dan bus mini. Mereka berpawai di jalanan kota Demak sebelum kembali ke rumah masing-masing.Demo yang diwarnai bentrokan di Kantor Bupati itu membuat aparat berjaga penuh di titik-titik strategis seperti Kantor DPRD, Kantor Bupati, dan jalan protokol. Ratusan personel yang berasal dari Polres Demak, Polwiltabes Semarang, Polda Jateng, dan Brimob Polda Jateng diturunkan.
(ddn/)











































