Operasi Kembar Siam Sukses, Orang Tua Pun Lega
Selasa, 26 Jul 2005 21:06 WIB
Medan - Pasangan suami istri Syaiful Bahri, 41 tahun, dan Siti Aisyah, 34 tahun, tak dapat menutupi rasa bahagianya pasca operasi pemisahan anak keempat dan kelimamereka, Mariana dan Mariani di RSUP Adam Malik Jalan Bungalau Medan, Selasa (26/7/2005."Kami merasa lega dan bahagia, terima kasih yang tak terhingga atas semua bantuan yang diberikan para pemerintah, dokter, dan para dermawan yang membantuterlaksananya operasi ini. Kami tak sanggup membalasnya, hanya kepada Allah kami berserah," kata Syaiful Bahri dengan mata berkaca-kaca.Menurut Syaiful, apa yang terjadi pada hari ini sepenuhnya karunia Allah. Operasi itu berlangsung sukses, dan tanpa halangan apapun. Baik Syaiful maupun Siti terlihat khawatir sejak kembar siam mulai memasuki ruang operasi sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka bolak-balik ke ruang monitor untukmelihat pelaksanaan operasi, dan terlihat menangis saat petugas membawa keluar Mariana dan Mariani secara terpisah dari ruang operasi untuk dibawa ke ruang ICU. "Sejak masuk ruang operasi hingga selesai sekarang, kami masih belum bisa bertemu langsung Mariana dan Mariani, karena masih belum boleh masuk ruangan," kata Syaiful Bahri, penduduk Dusun Sukadame, Desa Bukit Drien, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Naggroe Aceh Darussalam (NAD).Mariana dan Mariani dilahirkan pada 21 Agustus 2004 melalui operasi caesar di RSU Cut Nyak Dien, Langsa, Aceh Timur. Saat dilahirkan memiliki berat 1.800 gramdan panjang 41 cm. Karena terbatasnya fasilitas peralatan di RSU Cut Nyak Dien, keduanya dibawa ke Medan untuk menjalani operasi. Pasangan suami istri Syaiful Bahri (35) dan Siti Aisyah (30) tidak mampu membiayai operasi yang mencapai Rp 450 juta ini, sehari-hari Syaiful hanyabekerja sebagai supir angkutan desa yang berpenghasilan antara Rp 15.000-Rp 25.000 sehari. Bupati Aceh Timur Azman Usmanuddin yang meninjau pelaksanaan operasi itu, menyatakan akan menanggung biaya pelaksanaan operasi seberapun yang dibutuhkan."Semua bisa kita bayar, tetapi apakah patut? Nanti saya akan bicara dengan pemerintah propinsi," kata Azman.
(ddn/)











































