Mariana dan Mariani Harus Lewati Masa Krisis
Selasa, 26 Jul 2005 19:57 WIB
Medan - Operasi pemisahan kembar siam asal Aceh Timur Mariana dan Mariani yang berlangsung selama 6 jam 35 menit di RSUP Adam Malik Jalan Bungalau Medan, berlangsung sukses. Tetapi dokter tak berani menjamin kondisi pasca operasi karena tidak ingin spekulatif."Kami tidak berani menyatakan operasi ini sudah sukses, walau sudah berhasil memisahkan keduanya dan kondisinya stabil. Namun kita sama-sama berdoa agarkedua kembar siam ini mampu melewati masa krisis antara tiga hingga tujuh hari ke depan," kata Prof. Darmawan Kartono, salah seorang anggota tim dokteryang melakukan pemisahan.Darmawan yang berbicara kepada wartawan bersama sejumlah dokter lainnya, menyatakan, sebenarnya operasi pemisahan yang berlangsung sejak pukul 09.15Wib itu sendiri tidak sulit, hanya sekitar satu setengah jam. Proses lainnya yang berakhir pada pukul 15.45 WIB adalah penutupan luka akibat operasi.Dari total sembilan dokter yang ada di ruang operasi, pimpinan Harry Sudjatmiko, sebanyak tiga dokter bekerja melakukan pengirisan untuk memisahkan kedua bayi. Proses penanganan selanjutnya dilakukan enam dokter. Tiga dokter menangani Mariana, dan tiga dokter menangani Mariani. Masing-masing dokter berlatar belakang bedah toraq, bedah plastik dan anastesi. Di antaranya Sastiono, Wuryantoro, Antonius Pudjiati dan Harry Purwanto. Mariana dan Mariani masing-masing dipisahkan penutup jantung dan hatinya yang menyatu. Proses berikutnya, adalah penutupan luka. Dokter mengggunakan lembarprothesis, serta menarik kulit samping. "Kita sangat berhati-hati menangani operasi ini, terutama untuk menjaga berfungsinya paru-paru, jantung, lever dan saluran pencernaan. Semua prosesoperasi berlangsung seperti yang diperkirakan, tidak ada yang di luar dugaan," tukas Prof. Darmawan Kartono, yang merupakan dokter dari RS CiptoMangukusomo, Jakarta dan pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.Proses pemisahan itu menyangkut kulit perut dan dada yang menyatu sepanjang 44 centimeter (cm), panjang 17 cm, lebar 9 cm. Kemudian sternum menyatu dengan panjang 3 cm dan dinding hati menyatu sekitar 8 cm, dengan lebar 7 cm.Saat ini kedua bayi mendapat perawatan dalam tabung ventilator di kamar Intensive Care Unit (ICU) Anak yang berada pada ruang Anestesiologi dan Reanimasi yang berada di lantai dua rumah sakit tersebut. Dokter sangat mengkhawatirkan masalah infeksi pasca operasi. Sebab itu, semua ruang operasi alat dan ruangan penempatan pasca operasi harus steril darikuman. Kalau sampai infeksi, akibatnya bisa fatal," ujar Darmawan Kartono.
(ddn/)











































