Kakak Beradik di Bandung Meninggal karena DB Berat
Selasa, 26 Jul 2005 17:49 WIB
Bandung -
Dinas Kesehatan Jawa Barat memastikan kematian Raufi Maudi Naufal (9) dan Tsaqif Amar Naufal (4) bocah asal Bandung, karena demam berdarah (DB) berat. Penyakit ini diakibatkan oleh sebuah jenis strain ganas yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti induk. Strain ganas ini bereaksi cepat hingga menyebabkan suhu tubuh pasien meninggi dalam waktu singkat. Hal ini mengakibatkan menurunnya trombosit darah, terjadinya pendarahan dan terjadi shock atau step pada korban."Terlambat sedikit saja bisa fatal. Rata-rata kematian kasus demam berdarah diakibatkan oleh jenis ini. Ini termasuk gejala tidak khas," ungkap Kasie Penyehatan Lingkungan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Barat, Udeng Daman, di Hotel Holiday Inn, Jalan Dago, Bandung, Selasa (26/7/2005). Rencananya dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga akan mempelajari file record kesehatan kedua anak tersebut. Pihak Dinas Kesehatan juga meminta agar kedua orang tuanya untuk dilakukan pemeriksaan pada kondisi darahnya. "Semuanya harus diwaspadai karena ini tergolong gejala demam berdarah berat. Peluang korban untuk sembuh fifty-fifty,"ungkapnya. Saat ini, kata dia, kecenderungan terjadinya DB berat tergolong besar. Apalagi, kondisi alam untuk berkembang biaknya nyamuk induk penyebab demam berdarah sangat mendukung. Kota Bandung, menurut dia, termasuk wilayah endemi nyamuk penyebab DB berat ini. Seperti diberitakan, Senin, 25 Juli 2005, kematian Raufi Maudi Naufal dan Tsaqif Amar Naufal ini hanya berselang dua hari. Raufi Maudi Naufal meninggal pada hari Jumat malam kemudian disusul oleh kematian adiknya pada hari Minggu malam. Keduanya sempat dirawat di RS Emmanuel Bandung. Keduanya mengalami panas dengan suhu tubuh tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius. Tersiar kabar kedua bocah tersebut meninggal karena diakibatkan oleh flu burung. Sementara itu, dari data sementara RS Hasan Sadikin Bandung jumlah pasien demam berdarah yang dirawat hingga hari ini mencapai 153 orang. Jumlah pasien anak sebanyak 69 orang dan dewasa sebanyak 84 orang. Sedangkan jumlah total dari bulan Januari hingga Juli 2005 sebanyak 1.012 orang. Jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang.
(asy/)










































