Rakapitulasi Final, Syamsuar-Edy Raih Suara Terbanyak Pilgub Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 08 Jul 2018 14:59 WIB
Syamsuar (chaidir/detikcom)
Pekanbaru - KPU Riau menggelar sidang pleno terbuka hasil rekapitulasi Pemilihan Gubernur Riau (Pilgub). Hasilnya, paslon 1 Syamsuar-Edy Natar Nasution meraih suara terbanyak.

Hasil rekapitulasi dari 12 kabupaten dan kota se Riau ini, dilaksanakan di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Minggu (8/7/2018). Rapat ini dihadiri seluruh anggota KPU, Riau, Bawaslu Riau, Panwaslu Kabupaten dan saksi dari empat pasangan calon. Sidang pleno ini tidak satupun paslon Cagub-Cawagub Riau yang hadir. Hasilnya:
Paslon 1 (Syamsuar-Edy Nasutuon) meraih 799.289 suara atau meraih 38,20 persen.

Paslon 2, (Lukman Edy-Hardianto mendulang suara 369.802 atau meraih 17,67 persen.

Paslon 3 (Firdaus-Rusli Effendi) mendapatkan suara 416.248 suara atau 19.89 persen.

Paslon 4 (Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman-Suyatno) meraub suara 507.187 suara atau 24.24 persen.

Peraihan suara terhadap Syamsuar-Edy Nasution yang diusung, PAN, PKS dan NasDem ini meninggalkan jauh ketiga kandidat paslon lainnya. Bila dirunut pada posisi tingkatan, posisi kedua perolehan suara didapat Andi Rachman-Suyatno yang diusung Golkar dan PDI Perjuangan, Hanura.

Posisi nomor tiga diraih paslon nomor 3, Firdaus-Rusli yang diusung Demokrat, PPP. Posisi nomor 4 alias nomor buncit ditempati Lukman Edy-Hardianto yang diusung PKB, Gerindra.

"Hasil rapat pleno ini ditanda tangani oleh Bawaslu Riau dan ke empat saksi dari masing-masing pasangan calon," kata Ketua KPU Riau, Nurhamin.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan Lubis dalam kesempatan ini menilai bahwa pelaksanaan Pilgub Riau berjalan tanpa ada money politic.

"Memang ada dugaan money politic yang ditangani saat ini. Namun kasusnya tidak signifikan. Kita menilai pelaksanaan Pilgub Riau tanpa money politic," kata Rusidi.

Sekedar untuk diketahui, dalam pemilihan Gubernur Riau, Golkar tercatat dua kali kalah. Pertama kali, ketika dilakukan pemilihan Gubernur Riau lewat anggota DPRD Riau. Walau paling banyak meraih kursi di DPRD Riau, pada tahun 2003 lalu Golkar keok.

Golkar saat itu menjagokan calon Gubernur Riau, Saleh Djasit sebagai petahana. Saleh kandas dalam hasil pungutan suara di DPR Riau yang memilih Rusli Zainal sebagai penantang.

Kekalahan Golkar kembali terjadi. Dalam pesta demokrasi pemilihan langsung di tangan rakyat, Golkar kembali kalah.

(cha/asp)