Operasional Pesawat Tempur Bronco Dihentikan Sementara

Operasional Pesawat Tempur Bronco Dihentikan Sementara

- detikNews
Selasa, 26 Jul 2005 16:26 WIB
Malang - Insiden jatuhnya pesawat jenis OV-10 Bronco, Kamis (21/7/2005) lalu yang menewaskan dua awaknya membuat TNI AU menghentikan sementara penggunaan pesawat Bronco. Penghentian ini dilakukan sampai penyelidikan jatuhnya pesawat itu selesai. "Untuk sementara, operasional skuadron Udara 21 Tempur Taktis Wing 2 dengan menggunakan pesawat tempur jenis OV-10 Bronco dihentikan. Kita masih menunggu hasil penyelidikan oleh Tim Mabes TNI AU," kata Komandan Pangkalan Udara (Dan Lanud) Adbulrahman Saleh Marsekal Pertama Yushan Sayuti kepada wartawan di Lanud Abulrahman Saleh, Malang, Selasa (26/07/2005).Menurut Yushan, saat ini Lanud Abdulrahman Saleh kedatangan tiga orang anggota tim dari TNI AU. Namun, dia menolak menyebutkan siapa saja mereka."Hari ini kita kedatangan tim dari TNI AU untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan puing-puing pesawat. Mereka juga meninjau lokasi jatunya pesawat di Bukit Limas, Desa Gading Kembar Kec Jabung," ungkap Yushan. Puing-puing pesawat yang berhasil dikumpulkan itu nanti dijadikan bukti pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat jenis OV-10 Bronco. "Penyelidikan baru dimulai, tunggu saja hasilnya. Hasil penyelidikan masih akan diputuskan dalam rapat dewan pimpinan TNI AU," ujar Yuswan. Mengenai evakuasi bangkai pesawat Bronco, Yuswan, mengaku seluruh puing pesawat sudah berhasil dievakuasi. Puing-puing pesawat itu kini sudah dikumpulkan di gudang persediaan Lanud Abdulrahman Saleh untuk dijadikan sebagai bukti. "Nantinya puing-puing pesawat akan dipilih untuk kemudian dikirim ke Mabes TNI AU," tambah Yushan.Menurut dia, alat bukti berupa rekaman radar dari menara pengatur lalu lintas udara saat ini juga telah dibawa ke Mabes TNI AU. Penyelidikan ini akan berlangsung lama karena OV-10 Bronco tidak dilengkapi dengan kotak hitam. Namun di dalam pesawat tersebut dilengkapi kotak yang merekam data dan suara terakhir sebelum pesawat jatuh.Sampai saat ini, armada udara Skuadron 21 memiliki kekuatan 9 pesawat tempur jenis OV-10 Bronco yang masih bisa dioperasionalkan. Sebelumnya, di skuadron ini terdapat 11 pesawat, namun dua pesawat telah mengalami kecelakaan.Meski operasional pesawat Bronco dinonaktifkan untuk sementara, namun TNI AU tetap akan mengefektifkan Skuadron 21 sebagai kekuatan tempur. Artinya, skuadron ini tidak akan ditutup meski telah terjadi dua kali kecelakaan pesawat. "TNI AU tidak akan menutup atau memberhentikan skuadron 21," tegas Yushan. (asy/)


Berita Terkait