Gerindra: Daripada Komentari Prabowo, PDIP Umumkan Saja Cawapres Jokowi

Gerindra: Daripada Komentari Prabowo, PDIP Umumkan Saja Cawapres Jokowi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2018 14:15 WIB
Gerindra: Daripada Komentari Prabowo, PDIP Umumkan Saja Cawapres Jokowi
Ketua DPP Gerindra Andre Rosiade (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tak mengomentari koalisi yang diusung Prabowo Subianto. Lebih baik, PDIP segera mengumumkan cawapres pendamping Jokowi.

"Untuk Mas Hasto, daripada mengomentari koalisi Pak Prabowo, lebih baik segera saja umumkan siapa cawapresnya Pak Jokowi," ucap Andre kepada wartawan, Sabtu (7/7/2018).

Dalam berbagai survei, elektabilitas Jokowi sebagai capres lebih unggul. Namun, menurut Andre, nama cawapres juga masih belum diumumkan koalisi pengusung Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan katanya surveinya udah tinggi, katanya koalisinya udah solid, katanya kriteria cawapresnya udah ada, bahkan namanya udah ada di kantong," kata Andre.




Andre menduga pengumuman nama cawapres Jokowi belum muncul lantaran partai politik pengusung menolak usulan PDIP. Usulan itu adalah Menko PMK Puan Maharani dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan.

"Kenapa kok belum diumumkan juga? Atau belum diumumkan karena parpol koalisi Pak Jokowi menolak usulan cawapresnya PDIP, seperti Pak BG atau Mbak Puan?" jelas dia.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut urusan cawapres pendamping Jokowi tinggal menunggu waktu yang tepat. Syarat pencalonan di pilpres sudah dikantongi dengan dukungan parpol koalisi.

"Kalau cawapres nanti pada saat yang tepat, yang lain saja masih belum jelas siapa capresnya, kalau kita kan jelas," kata Hasto saat dihubungi, Sabtu (7/7).

Koalisi pengusung Jokowi, kata Hasto, tidak terpengaruh oleh pergerakan politik yang dilakukan parpol lain. Penjajakan koalisi yang dilakukan lewat Prabowo, menurut Hasto, dinilai wajar karena belum ada kesepakatan soal pilpres.

"Nggak apa-apa (pertemuan lintas parpol, red) karena syarat kursinya belum memenuhi ketentuan. Kalau dilakukan lobi-lobi politik wajar (karena) hanya Pak Jokowi yang memenuhi ketentuan jumlah kursi di DPR dan perolehan suara," imbuhnya. (fai/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini