DetikNews
Sabtu 07 Juli 2018, 13:31 WIB

Apa Itu Aphelion?

Haris Fadhil - detikNews
Apa Itu Aphelion? Foto: Instagram/roscosmosofficial
Jakarta - Aphelion ramai dibahas gara-gara dikaitkan dengan penyebab suhu dingin di sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) membantah jika dikatakan aphelion sebagai pemicu suhu dingin. Lalu, apa itu aphelion?

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan aphelion merupakan fenomena di mana posisi bumi berada pada titik terjauh dengan matahari.

"Orbit bumi kan tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, tapi bentuk elips. Jadi ada jarak terdekat dengan matahari disebutnya perihelion yang terjadi setiap Januari, dan ada jarak terjauhnya dari matahari yang disebutnya aphelion, yang terjadi setiap bulan Juli," kata Thomas saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (7/7/2018).

"Jadi itu kejadian rutin setiap tahun. Bumi berada pada jarak terdekatnya (dengan matahari) pada bulan Januari dan terjauh pada bulan Juli," sambungnya.


Kepala LAPAN Thomas DjamaluddinKepala Lapan Thomas Djamaluddin (Grandyos Zafna/detikcom)

Dia mengatakan tak ada dampak signifikan dari fenomena aphelion terhadap bumi. Thomas menyatakan suhu dingin yang saat ini terjadi disebabkan embusan angin dari bagian selatan bumi yang sedang mengalami suhu dingin.

"Tidak ada dampak yang signifikan pada bumi. Jadi suhu dingin belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus itu adalah hal yang biasa terjadi pada musim kemarau. Karena posisi matahari saat ini berada di belahan utara, maka tekanan udara di belahan utara itu lebih rendah dibanding belahan selatan, yang sedang musim dingin. Maka, angin bertiup dari arah selatan menuju utara dan saat ini angin yang bertiup itu dari arah Australia yang sedang musim dingin. Maka dampaknya ada efek pendinginan, khususnya di Pulau Jawa, dan itu yang sekarang terjadi," tuturnya.


Thomas menjelaskan posisi bumi yang berada pada titik terjauh dari matahari juga tak mempengaruhi panas yang diterima bumi. Menurutnya, panas yang dipancarkan matahari ke bumi itu bakal terdistribusi ke seluruh bagian bumi, meski terpengaruh oleh pola angin yang kebetulan saat ini bertiup dari belahan bumi bagian selatan.

"Panas dari matahari kan terdistribusi ke seluruh bumi. Dan distribusi yang paling signifikan mempengaruhi itu dari pola angin. Jadi karena saat ini angin bertiup dari arah selatan yang musim dingin, maka kita akan merasakan suhu yang lebih dingin," tuturnya.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed