Demonstrasi di Demak Bentrok, 5 Orang Ditangkap
Selasa, 26 Jul 2005 15:46 WIB
Demak - Aksi demonstrasi menuntut Bupati Demak Endang Setianingdyah untuk mundur dari jabatannya berujung bentrok. Akibatnya, lima demonstran ditangkap dan sedikitnya dua orang menderita luka-luka serius.Bentrokan diawali oleh aksi massa yang berusaha merangsek masuk kompleks Kantor Bupati Demak, Jalan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pukul 14.00 WIB, Selasa (26/7/2005).Mereka dihadang ratusan petugas keamanan yang memblokade pintu gerbang. Akhirnya massa melakukan aksi membakar ban bekas, serta melempari aparat kepolisian dengan batu, kayu dan telor busuk.Pada awalnya aparat sabar. Namun karena mendapat provokasi terus-menerus, aparat pun terpancing dan bereaksi. Awalnya, massa mulai merangsek mendekati pintu gerbang dengan mendorong sebuah mobil sound system ke arah aparat yang berada di pintu gerbang. Aparat bereaksi dengan mendorong balik dan mendesak massa untuk bubar. Akhirnya, aksi saling pukul dan kejar-kejaran terjadi.Massa dan petugas sama-sama beringas. Korban luka berjatuhan, baik dari demonstran maupun aparat kepolisian. Lima orang yang ditahan adalah Kahar (60), Samsuri (23) ,Syafei (20), Mastur (25), dan Suwarjo (43).Aparat mengejar ribuan massa hingga keluar areal Jalan Kabupaten Demak. Akhirnya, massa berhasil dibubarkan oleh aparat yang menggunakan senjata dengan peluru gas air mata dan tembakan asap. Sebagian massa yang diusir pantang menyerah dengan menyerang dari sebelah kantor bupati.Aksi menuntut mundur bupati Demak diikuti oleh sekitar 2.000 warga Demak. Mereka menggelar aksinya di depan Kantor Bupati Demak. Massa tiba di kantor bupati sejak pukul 13.30 WIB dengan menggunakan truk. Sebagian lainnya berjalan kaki.Semua pendemo menggunakan ikat kepala warna biru bertuliskan ABK (Aliansi Berantas Kezaliman). Mereka juga mengibarkan berbagai spanduk dan poster. Bunyinya antara lain "Adili Endang", "Hanya satu kata, mundur" dan "Kami datang untuk mundurnya Endang".
(jon/)











































