Polri Diminta Tangkap Perusak Kampus Mubarak
Selasa, 26 Jul 2005 15:13 WIB
Jakarta - Perusakan dan penyerangan terhadap Kampus Mubarak, Parung, Bogor, milik jemaat Ahmadiyah menuai kecaman. Polri diminta segera menangkap pelaku yang terlibat dalam kerusuhan itu.Permintaan itu disampaikan 20-an aktivis dari Aliansi untuk Kebebasan Beragama. Mereka berdemo di depan Kantor Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (26/7/2005).Aliansi ini terdiri dari beberapa ormas Islam, antara lain PSAP Muhammadiyah, Majelis Mujahiddin Indonesia, The Wahid Institute, Maarif Institute, Jaringan Islam Liberal, Freedom Institute, dan Lakpesdam NU. "Aksi kekerasan ini tidak bisa didiamkan karena telah menunjukkan bentuk kezaliman dan ditentang semua nilai luhur agama," kata Dawam Rahardjo, aktivis PSAP dalam orasinya. Menurut dia, aksi yang dilakukan massa yang mengatasnamakan Islam itu sangat memprihatinkan. "Ini mengkhawatirkan masa depan iklim kehidupan beragama," ujarnya. Ia mengimbau ormas Islam bersikap proaktif dalam mengekspresikan penentangan atas tindakan premanisme berkedok agama. "Aparat juga harus menindak penggerak dan pelaku kekerasan itu," seru Dawam. Perwakilan dari massa yang dipimpin Dawam Rahardjo kemudian ditemui Kabid Penum Kombes Pol Zainuri Lubis.
(ton/)











































