Kapolri: Bom Ikan Pasuruan untuk Serang TPS Pilkada

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 06 Jul 2018 16:37 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut jenis bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, adalah bom ikan. Bondet itu sedianya akan digunakan terduga teroris untuk menyerang TPS saat pilkada.

"Ini biasa digunakan untuk bom ikan. Di daerah Jatim, samping Madura, samping Sulawesi, NTT, itu memang ada kegiatan-kegiatan bom ikan yang digunakan menangkap ikan, tapi ilegal. Tapi kadang digunakan oleh kelompok-kelompok teror bahannya ini," ujar Tito di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/7/2018).


Bom ikan tersebut rencananya akan digunakan untuk meledakkan TPS saat pencoblosan pilkada, 27 Juni lalu. Tetapi pelaku tidak jadi menjalankan aksinya.

"Tapi bom ini, tadinya rencananya untuk kelompok ini digunakan untuk menyerang TPS-TPS pada saat pilkada. Tapi karena kita melakukan operasi besar, 138 orang tertangkap setelah bom Surabaya dan kita melakukan pengejaran kepada mereka, tekanan ini membuat kelompok-kelompok ini menjadi ragu-ragu," tutur Tito.


Bom milik Anwar meledak di rumah kontrakannya pada pukul 11.30 WIB, Kamis (5/7) kemarin. Menurut warga, ledakan terjadi empat kali.

Ledakan mengakibatkan anak Anwar terluka. Anwar kabur, sedangkan istrinya langsung diamankan polisi. (dkp/dnu)