detikNews
Jumat 06 Juli 2018, 15:51 WIB

Jaksa Agung Bersyukur WNI Nurkoyah Bebas Hukuman Pancung di Saudi

Yulida Medistiara - detikNews
Jaksa Agung Bersyukur WNI Nurkoyah Bebas Hukuman Pancung di Saudi Jaksa Agung M Prasetyo (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo bersyukur atas bebasnya WNI di Arab Saudi, Nurkoyah binti Marsan Dasan dari hukuman pancung. Menurutnya ini salah satu prestasi Indonesia yang berhasil menyelamatkan nyawa TKI.

"Alhamdulillah. Alhamdulillah bahwa kita berhasil menyelamatkan lagi satu nyawa di sana. Selama ini sudah menghadapi eksekusi hukuman mati di sana dan berhasil kita selamatkan," kata Prasetyo, di Prasetyo, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).


Menurutnya bebasnya TKI Nurkoyah di Arab Saudi tak terlepas dari bantuan seluruh pemangku kepentingan dan perwakilan atase jaksa di sana. Ia turut berbangga bahwa Nurkoyah telah tiba di tanah air.

"Itu semua atas jerih payah, usaha keras dan kerjasama antar semua petugas dan jaksa di sana yang berperan aktif melaksanakan advokasi, mengurusi, membela proses hukum di sana. Alhamdulillah sudah dipulangkan ke Karawang," sambungnya.


Ia menyebut nantinya jaksa yang berprestasi bisa mendapatkan penghargaan.

"Tidak lanjut terus kita lakukan, tahun lalu atase kejaksaan dapat Hassan Wirajudha award karena peran kontribusi kediplomatan di luar negri," ucapnya.

Sebelumnya, WNI bernama Nurkoyah binti Marsan Dasan, asal Karawang lolos dari hukuman mati di Pengadilan Provinsi Timur, Arab Saudi. Nurkoyah menyusul Sumiyati dan Masani yang sebelumnya juga terbebas dari hukuman pancung.


Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Nurkoyah dituduh melakukan tindak pidana ghilah (pembunuhan dengan pemberatan), yaitu pembunuhan berencana terhadap anak majikan bernama Masyari bin Ahmad al-Busyail yang masih berusia 3 bulan. Nurkoyah dituduh sengaja mencampurkan obat tertentu dan racun tikus ke dalam botol susu untuk anak majikannya itu.

"Setelah melalui proses hukum yang panjang dan alot sejak ditangkap pada 9 Mei 2010, akhirnya 31 Mei 2018 Nurkoyah memperoleh kepastian bahwa putusan hakim yang menolak tuntutan qisas dan diyat terhadap dirinya telah berkekuatan hukum tetap dan dinyatakan selesai. Putusan tersebut ditandatangani hakim Muhammad Abdullah Al-Ajjajiy," kata Maftuh dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (7/6/2018).

Menurut Maftuh, selama tahapan proses hukum itu, Nurkoyah mendapatkan pendampingan intensif dari KBRI Riyadh yang secara khusus memberikan bantuan hukum dengan menunjuk Pengacara Mishal Al-Sharif. Ini juga sebagai sikap memastikan kehadiran negara dalam melindungi WNI yang sedang mengalami masalah hukum.
(yld/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com