Munas MUI VII akan Tegaskan Ahmadiyah Sesat

Munas MUI VII akan Tegaskan Ahmadiyah Sesat

- detikNews
Selasa, 26 Jul 2005 14:09 WIB
Jakarta - Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) VII yang dibuka Senin (25/7/2005) oleh Presiden SBY, secara khusus juga akan membahas Ahmadiyah. Intinya, MUI berketetapan Ahmadiyah sesat.Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin, isu Ahmadiyah banyak diusulkan oleh peserta Munas. Tapi mereka terbelah menjadi dua kelompok.Satu kelompok meminta agar isu itu disikapi dalam bentuk fatwa, yang isinya mempertegas fatwa Ahmadiyah sesat yang dirilis MUI pada 1984 silam. Kelompok kedua, meminta agar isu itu masuk rekomendasi saja."Rekomendasi itu adalah usulan pada pemerintah supaya Ahmadiyah dilarang sesuai dengan fatwa dan edaran Depag tahun 1984," kata Ma'ruf pada detikcom di lokasi Munas MUI di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.Walaupun opsinya belum ditentukan yang mana, tapi isinya tetap sama bahwa Ahmadiyah itu sesat. "Apakah melalui penegasan kembali fatwa tentang Ahmadiyah atau cukup fatwa tahun 1980, atau rekomendasi tentang tindak lanjutnya, belum ditentukan. Tapi substansinya sama saja," tegas Ma'ruf.Fatwa MUI tentang Ahmadiyah Qadiani yang telah dirilis 1984 itu berisi, setelah mempelajari dan mendalami fakta dan data ajaran aliran Ahmadiyah melalui tujuh buku ajarannya, maka dinyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah itu di luar Islam, serta sesat dan menyesatkan (dhollun wa mudhillun).Kasus Ahmadiyah kembali mencuat ketika 10 ribu orang dari Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) pada Jumat, 15 Juli 2005, berunjuk rasa meminta agar Kampus Mubarak Sekretariat Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah dibubarkan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads